Thursday, 15 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Anggaran Revitalisasi Rp735 Juta, TK Negeri 3 Metro Masih Kekurangan Toilet dan Pagar

15 October 2026 10:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Anggaran Revitalisasi Rp735 Juta, TK Negeri 3 Metro Masih Kekurangan Toilet dan Pagar
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menyoroti ketersediaan fasilitas sanitasi saat meninjau proyek revitalisasi TK Negeri 3 Metro Utara di Jalan Dariman, RW 10, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, toilet menjadi salah satu fasilitas yang perlu mendapat perhatian, sementara pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan pagar yang belum terpenuhi.

Peninjauan dilakukan di sela sosialisasi program Pilah Berkah untuk melihat langsung perkembangan infrastruktur dan pengembangan satuan pendidikan yang menelan anggaran Rp735 juta tersebut.

Proyek yang diselenggarakan Panitia infrastruktur dan pengembangan Satuan Pendidikan (P2SP) TK Negeri 3 Metro Utara itu dijadwalkan berlangsung selama 112 hari kerja, mulai 22 Juli hingga 22 November 2026.

Rafieq menyebutkan, kondisi infrastruktur dan pengembangan belum dapat dinilai secara menyeluruh karena pekerjaan masih berlangsung.

Meski demikian, hasil peninjauan awal menunjukkan perlunya perhatian terhadap fasilitas kamar mandi agar dapat digunakan secara optimal.

"Tadi kita sudah keliling. Karena masih proses revitalisasi, saya belum bisa melihat secara pasti mana yang prioritas. Tapi yang saya lihat tadi, yang masih kurang ini kamar mandi," kata Rafieq.

Selain sanitasi, Rafieq menyebut TK Negeri 3 Metro Utara masih menunggu bantuan mainan baru dari pemerintah pusat.

 Fasilitas bermain tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan anak-anak sekaligus meningkatkan daya tarik sekolah bagi masyarakat.

Ia memastikan, infrastruktur dan pengembangan sarana pendidikan harus memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan fasilitas yang layak digunakan.

"Karena ini untuk keperluan para generasi masa depan kita, saya minta dapat memberikan hasil yang maksimal. Jangan sampai ada hal-hal buruk yang terjadi ke depannya dari infrastruktur dan pengembangan ini dan pastikan apa yang dikerjakan ini bisa bermanfaat langsung kepada anak-anak kita," tegasnya.

Sementara itu, Kepala TK Negeri 3 Metro Utara, Fitria SY, menyebutkan infrastruktur dan pengembangan masih berjalan dan pihak sekolah terus melakukan pengawasan serta berkoordinasi dengan pengawas untuk memastikan pekerjaan sesuai rencana.

"Program revitalisasi ini belum selesai. Alhamdulillah, pihak sekolah melakukan pengawasan terus. Jadi, kami selalu konfirmasi dan berkolaborasi dengan pengawasnya untuk infrastruktur dan pengembangan ini," kata dia.

Ia menilai hasil pekerjaan yang telah ditinjau sejauh ini cukup baik. Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendukung, terutama toilet dan pagar.

Menurutnya, kebutuhan toilet tambahan telah diajukan, tetapi belum disetujui dalam program revitalisasi yang diterima sekolah.

"Alhamdulillah, tidak ada keluhan dan pembangunannya tadi sudah dicek pak Wakil, rapih semua. Keluhan kami hanya kekurangan toilet. Kami sudah mengajukan toilet, tetapi tidak disetujui. Jadi, kekurangan kami itu di toilet dan pagar," jelasnya.

Fitria menjelaskan, infrastruktur dan pengembangan harus mengikuti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kebutuhan yang telah disetujui. Dengan demikian, sebagian usulan tambahan dari sekolah belum dapat direalisasikan melalui anggaran revitalisasi tahun ini. 

Ia mengungkapkan, pekerjaan revitalisasi mencakup tiga bangunan utama, yakni ruang administrasi, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan ruang kelas baru.

"Anggaran Rp735 juta juga mencakup pekerjaan sanitasi serta komponen infrastruktur dan pengembangan lainnya sesuai perencanaan," imbuhnya.

Fitria menambahkan keterangan, pelaksanaan proyek dilakukan oleh panitia infrastruktur dan pengembangan yang dibentuk di lingkungan satuan pendidikan, bukan diserahkan kepada pihak ketiga. 

 

"Jadi pengawasan dan koordinasi menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi dan penggunaan anggaran," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari