BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Ketersediaan lahan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Lampung masih menjadi persoalan. Dari total 2.650 koperasi yang telah terbentuk, baru 1.388 titik lahan yang tersedia.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, meminta pemerintah desa dan pemerintah daerah lebih proaktif dalam menyiapkan lahan untuk mendukung operasional koperasi.
Menurutnya, program Koperasi Merah Putih merupakan peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa, sehingga kesiapan sarana pendukung harus segera dipenuhi.
”Ini peluang besar. Koperasi mendapat dukungan, termasuk akses pinjaman modal kerja dengan bunga rendah. Kalau tidak dimanfaatkan, tentu jadi kerugian bagi desa,” kata Mikdar, Selasa (19/5/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan, koperasi diharapkan dapat membantu petani dan peternak dalam memasarkan hasil produksi mereka secara lebih baik.
Selama ini, kata dia, banyak petani masih bergantung kepada pengepul karena kesulitan akses pemasaran. Kehadiran koperasi diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang dinilai kurang menguntungkan masyarakat.
”Manajer koperasi sudah melalui proses seleksi dan pembinaan. Kita harapkan mereka mampu membantu memasarkan hasil produksi masyarakat sehingga ekonomi desa mulai tumbuh,” ujarnya.
Ia menilai, apabila koperasi berjalan optimal, pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya terpusat di kota besar, tetapi mulai tumbuh dari desa-desa. Kondisi itu diyakini dapat mengurangi angka perantauan pemuda karena peluang kerja tersedia di daerah masing-masing.
”Kalau dulu ekonomi tumbuh di kota-kota besar, ke depannya akan tumbuh mulai dari desa-desa. Ini bisa mengurangi pemuda yang merantau ke luar daerah untuk mencari pekerjaan,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, sebagian koperasi yang belum memiliki gerai permanen saat ini masih memanfaatkan fasilitas sederhana seperti kantor desa maupun tempat sewa.
Keterbatasan lahan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung.
Sementara itu, operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto dan dipusatkan di Nganjuk pada Sabtu (16/5/2026). (*)