Sunday, 18 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Damkarmat Bandar Lampung Tangani 856 Evakuasi hingga Oktober 2026: Sarang Tawon dan Ular Mendominasi

18 October 2026 17:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Damkarmat Bandar Lampung Tangani 856 Evakuasi hingga Oktober 2026: Sarang Tawon dan Ular Mendominasi
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG- Peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung kini tak lagi sebatas menjinakkan si jago merah.

Petugas di lapangan kian intens diandalkan masyarakat untuk menangani berbagai situasi darurat non-kebakaran yang mengancam keselamatan pemukiman.

Berdasarkan rekapitulasi data resmi hingga pertengahan Oktober 2026, jajaran Damkarmat Bandar Lampung mencatatkan ribuan laporan penyelamatan lingkungan dan pertolongan warga.

Secara akumulatif, sebanyak 856 agenda evakuasi dan penyelamatan telah berhasil diselesaikan oleh petugas di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan membenarkan tingginya mobilitas jajarannya dalam merespons panggilan darurat masyarakat.

Anthoni menjelaskan, tingginya angka penanganan tersebut terhitung sejak awal tahun hingga pekan kedua Oktober 2026.

"Berdasarkan rekapitulasi data bulanan sepanjang Januari hingga September 2026, petugas tercatat menangani 827 agenda evakuasi dan penyelamatan," kata Anthoni, Minggu, 18 Oktober 2026.

Jumlah tersebut kemudian bertambah seiring masuknya laporan masyarakat pada periode awal bulan berjalan.

"Sedangkan untuk periode 1 hingga 12 Oktober 2026, pihak kami sudah menangani sebanyak 29 kasus penyelamatan," sambungnya.

Secara rinci, tren laporan evakuasi warga mengalami fluktuasi yang cukup dinamis di setiap bulannya.

Pada Januari 2026, Damkarmat mencatat 94 kejadian, dilanjutkan Februari sebanyak 86 kejadian, dan Maret naik menjadi 102 kejadian.

Setelah April, jumlah penanganan bergerak melandai, di mana Mei mencatat 91 kejadian dan Juni sebanyak 97 kejadian.

Sementara itu, kurva penanganan terendah tercatat pada Juli 2026 dengan 76 kejadian, sebelum kembali naik menjadi 82 kejadian di Agustus dan 79 kejadian pada September.

Dari sekian banyak jenis panggilan darurat, kasus gangguan hewan liar dan serangga berbahaya mendominasi laporan warga.

"Evakuasi sarang tawon atau lebah menjadi salah satu kejadian yang paling sering ditangani petugas di lapangan," ungkap Anthoni.

Penanganan sarang tawon tercatat paling tinggi pada April dengan 53 kejadian, setelah sebelumnya berada di angka 48 kejadian pada Januari.

Selain sarang tawon, ancaman masuknya ular ke area pemukiman warga juga menjadi penanganan rutin personel Damkarmat, disusul penanganan evakuasi cincin atau anting yang sulit dilepaskan hingga puncaknya 15 kejadian pada Agustus.

Menyikapi hal tersebut, Anthoni meminta masyarakat Bandar Lampung untuk tidak mengambil risiko mengevakuasi sarang tawon maupun ular secara mandiri tanpa peralatan memadai.

Anthoni juga meminta warga menjaga kebersihan lingkungan dari tumpukan barang bekas serta segera menghubungi pos pemadam kebakaran terdekat jika membutuhkan bantuan penanganan darurat tanpa dipungut biaya. (gie)

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari