BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Keberlanjutan program, pembenahan fasilitas, hingga kesejahteraan tenaga kesehatan menjadi beberapa pekerjaan yang perlu diperhatikan direktur baru RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM).
Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Elly Wahyuni, meminta pimpinan baru rumah sakit milik Pemprov Lampung tersebut melanjutkan program positif yang telah dijalankan direktur sebelumnya.
Menurut Elly, pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam birokrasi, tetapi tidak seharusnya menghentikan program yang masih relevan untuk meningkatkan kualitas rumah sakit.
“Kalau mutasi jabatan, itu kan hal yang wajar dalam birokrasi. Semua program yang dilakukan oleh direktur yang lama, kalau memang itu program yang baik, harus diteruskan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kesinambungan program diperlukan agar upaya menjadikan RSUDAM sebagai rumah sakit kebanggaan Pemprov Lampung dapat terus berjalan.
Elly menyebut, tujuan tersebut sebelumnya menjadi salah satu upaya yang ingin diwujudkan oleh pimpinan lama rumah sakit, yakni Imam.
“Tujuannya Pak Imam waktu itu ingin membuat Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek kita menjadi rumah sakit umum kebanggaan Pemprov Lampung. Harus kita support,” kata Elly.
Ia menginginkan direktur baru tidak hanya meneruskan program yang telah berjalan, tetapi juga memastikan pengelolaan rumah sakit semakin baik.
Menurutnya, kesinambungan program perlu diiringi pembenahan manajemen agar peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Fasilitas dan Kapasitas Pelayanan Jadi Perhatian
Selain keberlanjutan program, Elly menyoroti keterbatasan ruangan dan fasilitas yang masih dihadapi RSUDAM.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian manajemen karena berkaitan dengan kemampuan rumah sakit dalam melayani kebutuhan pasien.
“Rumah Sakit Umum itu kan kita akui masih banyak kekurangan ruangan, fasilitasnya,” ungkapnya.
Ia mencontohkan situasi ketika ruang perawatan intensif, seperti Intensive Care Unit (ICU) atau Pediatric Intensive Care Unit (PICU), sudah penuh sehingga rumah sakit tidak dapat menerima pasien tambahan.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera.
Namun, Elly mengingatkan bahwa pelayanan rumah sakit memiliki prosedur dan tahapan yang harus dipenuhi, termasuk bagi pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan.
“Yang namanya masyarakat itu kan semua kepengen cepat. Rumah Sakit Umum itu kan ada aturannya, apalagi mereka pakai BPJS. Jadi, ada tahapan-tahapan, ada prosesnya,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta manajemen RSUDAM terus melakukan pembenahan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih baik.
Peningkatan manajemen, menurut Elly, perlu menjadi perhatian agar kebutuhan pasien dapat ditangani sesuai prosedur dan kapasitas yang tersedia.
“Ke depannya manajemennya harus ditingkatkan, yang berkaitan dengan pelayanan,” tegasnya.
Persoalan Jaspel Tenaga Kesehatan Ikut Disorot
Elly juga menyinggung persoalan jasa pelayanan (jaspel) tenaga kesehatan yang sebelumnya menjadi perhatian.
Menurutnya, persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan perlu dicarikan solusi agar mereka dapat menjalankan tugas pelayanan dengan baik.
Ia menilai kesejahteraan tenaga kesehatan menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
“Bagaimana kalau pelayanan saja tidak sejahtera, dia akan happy melayani pasien?” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan terhadap pentingnya memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan di samping pembenahan manajemen dan fasilitas rumah sakit.
Elly menginginkan berbagai persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan baru dalam memperbaiki pengelolaan RSUDAM.
Komisi V DPRD Lampung Siapkan RDP
Untuk membahas persoalan yang dihadapi RSUDAM, Komisi V DPRD Lampung berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait APBD pada pekan berikutnya.
Melalui rapat tersebut, Komisi V akan meminta penjelasan mengenai berbagai persoalan yang masih terjadi di rumah sakit tersebut.
“Minggu depan akan terbuka semua permasalahan yang ada di rumah sakit umum, kita tanyakan,” pungkasnya.
Pembahasan itu diharapkan menjadi bahan evaluasi terhadap pengelolaan RSUDAM, termasuk keberlanjutan program, ketersediaan fasilitas, kualitas pelayanan, dan persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan. (rin)