BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(Damkarmat) Kota Bandar Lampung mengevakuasi seekor kerbau seberat sekitar 300 kilogram milik warga yang terjatuh ke dalam sumur sedalam 8 meter di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Telukbetung Utara, Selasa (12/5/2026) malam.
Proses penyelamatan hewan ternak tersebut berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga lima jam karena kondisi lokasi yang cukup curam dan sempit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan menyebutkan, peristiwa itu bermula saat pemilik kerbau bernama Abi (52) hendak memberi makan ternaknya sekitar pukul 17.02 WIB.
Namun, saat kerbau tersebut selesai dikeluarkan dari kandang dan diikat di sekitar area kebun, ikatan tali terlepas. Kondisi tanah yang miring membuat hewan ternak itu tergelincir hingga masuk ke dalam sumur tua yang sudah tidak aktif.
"Kerbau tersebut terlepas dari ikatan. Karena kondisi tanah kebun cukup miring, kerbau tergelincir dan jatuh ke sumur sedalam kurang lebih delapan meter,” kata Anthoni, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, sumur tersebut sudah lama tidak digunakan dan dalam kondisi kering atau tidak terdapat air di dalamnya. Meski demikian, kedalaman sumur dan ukuran tubuh kerbau membuat proses evakuasi cukup sulit dilakukan.
"Setelah mendapat laporan dari warga, kita langsung menerjunkan tujuh personel beserta satu unit kendaraan rescue ke lokasi kejadian, " jelasnya.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sebagian perlengkapan keselamatan dan peralatan vertical rescue seperti helm, tali pengaman, senter, sarung tangan, hingga perlengkapan penarik untuk mengangkat kerbau dari dasar sumur.
Petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar proses penyelamatan tidak membahayakan personel maupun hewan ternak tersebut. Selain kondisi sumur yang sempit, bobot kerbau yang mencapai 300 kilogram juga menjadi tantangan tersendiri.
"Evakuasi berlangsung cukup lama karena medan yang sulit dan bobot kerbau cukup berat. Personel harus memastikan proses pengangkatan aman,” jelasnya.
Setelah upaya panjang selama kurang lebih lima jam, kerbau akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada pukul 22.35 WIB.
Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang ikut menyaksikan proses penyelamatan hingga malam hari. Warga juga membantu penerangan di lokasi agar proses evakuasi berjalan lancar.
Anthoni meminta masyarakat agar lebih berhati-hati saat menempatkan hewan ternak, terutama di area perkebunan atau lahan yang memiliki kontur tanah curam dan terdapat sumur maupun lubang terbuka yang berpotensi membahayakan.