Monday, 15 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Eks Ketua BEM UGM Temukan Dua Alat Pelacak di Mobil, Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

15 June 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Eks Ketua BEM UGM Temukan Dua Alat Pelacak di Mobil, Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mengaku menemukan dua perangkat pelacak yang terpasang pada mobil yang digunakannya. Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya upaya pengawasan terhadap aktivitasnya dan kini tengah dipertimbangkan untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Tiyo menjelaskan hingga saat ini dirinya masih mengumpulkan informasi dan melakukan penelusuran secara mandiri guna mengetahui asal-usul perangkat tersebut.

"Saya sedang mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi sambil melakukan investigasi secara mandiri," kata Tiyo, Senin (15/6/2026) dikutip dari Detik.com.

Ia menjelaskan, perangkat pelacak pertama ditemukan pada Sabtu (13/6) malam setelah dirinya menghadiri aktivitas aksi di kawasan Gejayan, Yogyakarta. Sementara perangkat kedua ditemukan keesokan harinya saat dalam perjalanan menuju bandara di Semarang.

Menurut Tiyo, belum dapat dipastikan apakah kedua alat tersebut merupakan perangkat yang berbeda atau memiliki keterkaitan satu sama lain.

"Saya belum mengetahui apakah alat yang ditemukan itu dipasang dalam waktu yang berbeda atau memang saling berhubungan," ujarnya.

Tiyo menilai keberadaan perangkat tersebut bukan sekadar upaya pelacakan, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk intimidasi psikologis. Menurutnya, alat tersebut sengaja dipasang di lokasi yang memungkinkan untuk ditemukan.

"Justru di situlah letak terornya. Seolah ada pesan bahwa ke mana pun saya pergi, ada pihak yang mengetahui dan mengawasi pergerakan saya," katanya.

Berdasarkan keterangannya, notifikasi terkait keberadaan perangkat asing sebenarnya sempat muncul di telepon genggamnya saat perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta. Namun notifikasi itu tidak langsung diperiksa karena dirinya sedang mengemudikan kendaraan.

Setelah aktivitas di Gejayan selesai, notifikasi kembali muncul. Saat dilakukan pengecekan, ditemukan sebuah benda berbentuk kotak yang dilengkapi magnet dan menempel di bagian belakang bodi mobil.

Tiyo menduga perangkat tersebut dipasang ketika kendaraan berada di Yogyakarta. Dugaan itu muncul karena kondisi alat masih bersih meskipun kendaraan sempat melintasi hujan dalam perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Ihsan, mengemukakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait temuan tersebut.

"Kami belum menerima laporan resmi dari yang bersangkutan terkait informasi tersebut," ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian mengaku tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Ihsan juga mempersilakan Tiyo maupun pihak yang merasa dirugikan untuk segera membuat laporan resmi agar kepolisian memiliki dasar hukum dalam melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

"Laporan resmi sangat penting sebagai dasar bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif, dan mendalam," katanya.

Hingga kini belum diketahui siapa pihak yang memasang perangkat pelacak tersebut maupun motif di balik pemasangannya. Temuan itu masih menjadi perhatian dan menunggu langkah lanjutan dari pihak yang bersangkutan maupun aparat penegak hukum. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari