Wednesday, 21 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

GSMS Perkuat Pendidikan Karakter dan Regenerasi Seni Budaya Lampung

21 October 2026 15:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
GSMS Perkuat Pendidikan Karakter dan Regenerasi Seni Budaya Lampung
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pelestarian seni dan budaya daerah melalui dunia pendidikan. Selain mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda, upaya tersebut perlu didukung penggunaan bahasa daerah dan penyediaan ruang ekspresi seni yang berkelanjutan.

Komitmen itu disampaikan dalam Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Provinsi Lampung Tahun 2026 di Balai Keratun, Kompleks Kantor Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung, Rabu (21/10/2026).

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, menyampaikan bahwa seni dan budaya merupakan bagian dari identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Lampung. Karena itu, pelestariannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, seniman, keluarga, dan pemerintah.

Menurutnya, generasi muda perlu mengenal akar budayanya tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Seni tradisional diharapkan tetap diminati, sementara kreativitas pelajar juga dapat berkembang melalui seni modern, teknologi digital, dan industri kreatif.

Seni dan budaya, lanjutnya, tidak hanya berperan dalam membentuk karakter peserta didik, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi. Melalui GSMS, pelajar mendapat kesempatan belajar langsung dari seniman, memahami proses kreatif, serta berlatih menghasilkan dan menampilkan karya.

Pembelajaran tersebut diharapkan menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, ketekunan, serta keberanian untuk mencoba hal baru. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesadaran generasi muda terhadap identitas budayanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa GSMS merupakan inisiatif strategis Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui seni dan budaya, sekaligus mempertemukan dunia pendidikan dengan lingkungan kesenian.

Di Lampung, pembelajaran GSMS berlangsung selama tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026. Selama periode tersebut, para seniman terlibat langsung dalam acara belajar di sekolah untuk mendampingi peserta didik mengenal, mempelajari, dan mengembangkan beragam bentuk ekspresi seni.

Thomas mengapresiasi dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap pelaksanaan program tersebut. Namun, ia menekankan bahwa upaya pemajuan kebudayaan perlu dilanjutkan melalui strategi bersama, terutama untuk menjaga keberlangsungan bahasa Lampung dan memperluas ruang bagi komunitas seni.

Menurut Thomas, penggunaan bahasa Lampung di ruang publik perlu mendapat perhatian. Komposisi masyarakat yang semakin beragam menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kebiasaan berbahasa daerah, khususnya di wilayah perkotaan.

Karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran dan komunikasi yang lebih efektif agar bahasa Lampung tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain bahasa daerah, ketersediaan ruang pertunjukan seni yang representatif juga menjadi perhatian. Ruang ekspresi yang dikelola secara rutin dan terjadwal dinilai dapat membantu komunitas seni mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kebudayaan Lampung kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Thomas juga menilai kekayaan budaya Lampung, termasuk adat Saibatin dan Pepadun, perlu terus digali dan dikembangkan melalui pertunjukan seni, acara kebudayaan, serta wisata berbasis budaya.

Ia menginginkan gagasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan bersama sehingga pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada acara seremonial, tetapi juga tumbuh dari inisiatif komunitas dan partisipasi masyarakat.

Gelar Karya GSMS Lampung 2026 menjadi puncak rangkaian pembelajaran selama tiga bulan di sekolah. Dalam acara tersebut, para peserta didik menampilkan hasil pembelajaran dan kreativitas mereka sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya daerah.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari