Sunday, 18 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kebakaran Hanguskan Warung di Samping SPBU Kotaagung Tanggamus

18 October 2026 20:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Kebakaran Hanguskan Warung di Samping SPBU Kotaagung Tanggamus
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Tanggamus  – Kebakaran hebat menghanguskan warung milik Dayat dan Susi yang berada persis di samping SPBU 24.353.49 Kuripan, Jalan Lintas Barat, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Minggu (18/10/2026) menjelang magrib.

Pegawai SPBU sempat berupaya memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR), tetapi kobaran terus membesar hingga terdengar ledakan yang diduga berasal dari tabung gas di dalam warung. 

Lokasi kebakaran yang berdampingan dengan fasilitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) membuat upaya pengendalian api menjadi krusial untuk mencegah kebakaran meluas ke area SPBU.

Peristiwa tersebut juga menarik perhatian warga dan pengguna jalan dari arah Gisting maupun Wonosobo. Arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi padat ketika pengendara memperlambat kendaraan untuk menyaksikan kebakaran, sementara warga berdatangan ke lokasi.

Rendi, salah seorang pegawai SPBU, mengungkapkan saat kebakaran terjadi, SPBU dalam kondisi tutup. Ia bersama rekannya baru saja masuk ke kantor dan duduk ketika mendengar warga berteriak meminta perhatian.

“Tadi warga memanggil-manggil. Posisi pom sedang tutup, kami masuk ke kantor dan baru saja duduk. Tiba-tiba warga ribut, kami keluar dan ternyata warung sudah mengeluarkan asap,” kata Rendi.

Melihat asap keluar dari warung, Rendi bersama rekannya langsung mengambil tiga APAR yang tersedia di kantor SPBU. Mereka kemudian bergegas menuju warung untuk mencoba memadamkan api sebelum kobaran semakin membesar.

“Kami langsung mengambil APAR dari kantor, ada tiga buah. Setelah itu kami lari ke sini dan menyemprotkan api di bagian yang awalnya terlihat terbakar. Namun, api tidak padam dan justru semakin besar,” ujarnya.

Upaya pemadaman awal tersebut tidak berhasil menghentikan penjalaran api. Menurut Rendi, ketika kobaran semakin membesar, terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas di dalam warung. Namun, sumber ledakan tersebut belum dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Tidak lama kemudian, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Rendi.

Anggota Damkarmat Tanggamus, Tasmin Hadi, mengungkapkan pihaknya mengerahkan 12 personel dari Pos Kota Agung dengan satu unit mobil pemadam kebakaran. Petugas segera melakukan penanganan dengan mempertimbangkan posisi warung yang berada tepat di samping SPBU.

Kedekatan lokasi kebakaran dengan fasilitas pengisian BBM menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi dalam proses pemadaman. Jika api merembet ke area SPBU, dampaknya berpotensi meluas dan membahayakan orang-orang di sekitar lokasi. Karena itu, petugas berupaya mengendalikan kobaran agar tidak menjalar ke bangunan maupun area di sekitarnya.

Tasmin menjelaskan, berdasarkan dugaan awal, kebakaran kemungkinan dipicu korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kebakaran.

Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan air serta campuran detergen yang disiapkan secara manual untuk membantu penanganan api sesuai kondisi di lapangan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, warung milik Dayat dan Susi hangus terbakar, sedangkan nilai kerugian materiil belum dapat dipastikan. Pendataan lebih lanjut masih diperlukan bersama pihak terkait.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran maupun sumber suara ledakan belum dipastikan. Korsleting listrik masih menjadi dugaan awal petugas, sedangkan dugaan ledakan tabung gas berdasarkan keterangan saksi masih memerlukan verifikasi.

Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, khususnya di bangunan usaha yang berdekatan dengan fasilitas BBM. Selain pemeriksaan instalasi listrik, ketersediaan alat pemadam dan akses bagi petugas darurat menjadi bagian penting dalam mengantisipasi risiko kebakaran yang dapat meluas.

Di sisi lain, kepadatan lalu lintas akibat warga dan pengendara yang berhenti untuk menyaksikan kejadian perlu diantisipasi agar tidak menghambat kendaraan pemadam maupun proses penanganan darurat. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari