Thursday, 18 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Konsumsi Solar Subsidi di Lampung Melonjak 16 Persen, Pertamina Tambah Pasokan 300 KL per Hari

18 June 2026 16:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Konsumsi Solar Subsidi di Lampung Melonjak 16 Persen, Pertamina Tambah Pasokan 300 KL per Hari
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan bio solar di Provinsi Lampung hingga 300 kiloliter (KL) per hari guna mengatasi lonjakan jumlah konsumsi solar mencapai 16 persen.

Langkah tersebut disampaikan saat Jajaran Pemprov Lampung bersama Pertamina Patra Niaga melakukan peninjauan ke beberapa SPBU di Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026), untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya bio solar.

Peninjauan dilakukan di antaranya di SPBU Jalan Jenderal Sudirman dan SPBU Jalan Yos Sudarso yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan antrean kendaraan pengisi solar subsidi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyebutkan pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi distribusi BBM sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami bersama Pertamina Patra Niaga melihat langsung kondisi antrean di beberapa SPBU. Memang dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan antrean, terutama untuk BBM jenis solar subsidi," kata Budhi.

Menurutnya, Gubernur Lampung memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut sehingga diperlukan pemantauan langsung guna mengetahui kondisi riil di lapangan dan langkah antisipasi yang telah dilakukan Pertamina.

"Pak Gubernur meminta kami memastikan distribusi berjalan baik dan masyarakat tidak perlu khawatir. Kami ingin melihat langsung permasalahan yang terjadi dan memastikan sudah ada langkah antisipatif," ujarnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Lampung II Fuel Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontong, menjelaskan lonjakan konsumsi bio solar dipicu oleh selisih harga yang cukup tinggi antara BBM subsidi dan BBM nonsubsidi seperti Dexlite maupun Pertamina Dex.

"Perbedaan harga yang cukup signifikan membuat permintaan bio solar meningkat. Karena itu kami melakukan penambahan suplai ke SPBU untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi tersebut," kata Reiner.

Ia mengungkapkan, rata-rata penyaluran bio solar di Lampung selama Mei hingga Juni 2026 mencapai 2.400 KL per hari. Angka tersebut melampaui kuota harian yang ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebesar 2.150 KL per hari.

"Dibandingkan kuota harian, penyaluran saat ini sudah lebih tinggi sekitar 16 persen. Konsumsi memang mengalami peningkatan cukup signifikan dalam dua bulan terakhir," jelasnya.

Menurut Reiner, pada periode Januari hingga April 2026 konsumsi bio solar masih berada pada kisaran 2.100 hingga 2.200 KL per hari. Namun setelah terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi, permintaan bio solar terus meningkat.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina menambah distribusi bio solar sekitar 200 hingga 300 KL per hari di seluruh wilayah Lampung.

"Penambahan pasokan sudah kami lakukan. Namun kami tetap meminta masyarakat untuk menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya karena kuotanya terbatas dan telah ditetapkan oleh pemerintah," ujarnya.

Reiner juga memastikan ketersediaan stok BBM di Lampung dalam kondisi aman, baik untuk bio solar maupun Pertalite. Distribusi ke seluruh SPBU disebut tetap berjalan normal dan tidak mengalami kendala.

"Stok aman. Baik bio solar maupun Pertalite tersedia sesuai kebutuhan. Penyaluran juga berjalan lancar karena kuota masing-masing SPBU sudah diatur berdasarkan data historis dan kebutuhan pasar," tegasnya.

Jajaran Pemprov Lampung bersama Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan distribusi BBM bersubsidi guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi serta mencegah terjadinya kelangkaan di tengah meningkatnya konsumsi.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari