Monday, 02 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pemkab Tanggamus Dorong Peternak Lokal Jadi Pemasok Program MBG

02 November 2026 17:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Pemkab Tanggamus Dorong Peternak Lokal Jadi Pemasok Program MBG
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Tanggamus memiliki modal besar untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Sebanyak 95.922 keluarga menggantungkan usaha pada sektor perkebunan dengan luas lahan mencapai 82.513 hektare. Sementara populasi kambing menembus 212.129 ekor. Besarnya potensi ini kini diarahkan untuk menangkap peluang pasar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peluang tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Agus Suranto saat memimpin apel pagi bulanan di Lapangan Pemkab Tanggamus, Senin (2/11/2026), ia menekankan pentingnya mengoptimalkan sektor perkebunan dan peternakan sebagai penggerak ekonomi daerah.

Bukan tanpa alasan. Produksi kopi robusta Tanggamus pada tahun sebelumnya mencapai 39.239 ton. Komoditas lainnya, kelapa menghasilkan 21.988 ton dan kakao sebanyak 8.672 ton.

"Di sektor peternakan, potensi daerah ini juga tidak kecil. Populasi kambing tercatat 212.129 ekor, sapi potong 7.225 ekor, dan ayam buras mencapai 192.006 ekor," kata Wakil Bupati Agus Suranto saat membacakan sambutan tertulis Bupati Tanggamus Mohammad Saleh Asnawi.

Besarnya angka produksi dan populasi tersebut menjadi peluang ekonomi yang perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas, kualitas komoditas, dan akses pemasaran.

Sebab, tingginya produksi tidak otomatis menjamin peningkatan pendapatan apabila petani dan peternak masih menghadapi keterbatasan pasar.

Program MBG menjadi salah satu peluang yang ingin dimanfaatkan. Kebutuhan telur, daging ayam, daging sapi, dan susu untuk memasok dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi membuka pasar baru bagi peternak di Tanggamus.

"Jika rantai pasok dibangun dengan melibatkan produsen lokal, kebutuhan pangan program tersebut dapat menjadi penggerak usaha peternakan sekaligus memperkuat perputaran ekonomi hingga tingkat pekon," ujarnya.

Namun, lanjutnya, peluang itu tidak cukup hanya dengan mengandalkan besarnya populasi ternak. Peternak membutuhkan kepastian pembelian, harga yang layak, standar kualitas, dan jaminan kontinuitas pasokan.

"Tanpa itu, pasar potensial MBG belum tentu memberikan manfaat maksimal bagi produsen lokal," tegasnya.

Bupati juga mendorong integrasi perkebunan dan peternakan. Limbah hasil perkebunan dapat diolah menjadi bahan pakan ternak sehingga biaya produksi lebih efisien dan kedua sektor saling mendukung.

Pemerintah daerah diharapkan mampu mempertemukan petani, peternak, pengelola SPPG, dan pelaku usaha dalam satu rantai pasok yang terukur.

"Dengan demikian, kebutuhan pangan MBG tidak hanya dipenuhi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Tanggamus untuk memperluas usaha,” umgkapnya.

Sambutan tersebut disampaikan di hadapan Sekretaris Daerah Suaidi, para asisten, staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai Pemkab Tanggamus.

Melalui penguatan sektor perkebunan dan peternakan, Pemkab Tanggamus menginginkan potensi daerah tidak berhenti sebagai angka produksi, melainkan mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari