Thursday, 11 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Produk Lokal Metro dari Tahu hingga Tapis Dipamerkan dalam Gebyar IKM 2026

11 June 2026 12:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Produk Lokal Metro dari Tahu hingga Tapis Dipamerkan dalam Gebyar IKM 2026
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Metro – Sektor industri kecil dan menengah (IKM) terus menunjukkan peran penting dalam menopang perekonomian Kota Metro. Hal itu terlihat dalam acara Diseminasi Publikasi Data Informasi dan Analisa Industri atau Gebyar IKM 2026 yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Metro, Kamis (11/6/2026).

acara tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan daerah sekaligus wadah mempertemukan pelaku IKM, pemerintah, perbankan, dunia pendidikan, dan sektor perdagangan dalam mendukung pengembangan industri lokal.

Kepala Disperindag Kota Metro, Ardah, menyampaikan Gebyar IKM bertujuan memperkenalkan potensi industri lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

"Gebyar IKM menjadi sarana promosi produk IKM, memperkuat jejaring bisnis, dan mendorong penggunaan produk lokal sebagai penggerak ekonomi Kota Metro," katanya.

Ardah menjelaskan, saat ini terdapat 2.215 industri yang tersebar di Kota Metro. Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 industri telah terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar kedua terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Metro dengan kontribusi mencapai 16,8 persen.

"Angka ini menunjukkan bahwa industri kecil dan menengah memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah sehingga perlu terus diperkuat dan dibina," ujarnya.

Sebanyak 150 pelaku IKM turut ambil bagian dalam Gebyar IKM 2026. Mereka menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari makanan dan minuman olahan seperti tahu, tempe, kopi, susu, jamu instan, roti dan kue, hingga produk kerajinan seperti batik, tapis, gerabah, sulaman, dan kerajinan berbahan limbah logam.

Selain promosi produk, pemerintah juga mendorong pelaku usaha melengkapi berbagai sertifikasi usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, PIRT, BPOM, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kota Metro, Windi Kusuma, menyampaikan pelaku IKM perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem digital agar mampu bersaing.

Menurutnya, melalui SIINas, pelaku usaha dapat mengakses berbagai layanan pemerintah yang terintegrasi dengan sistem OSS, sehingga proses perizinan, pendataan, hingga pengembangan usaha menjadi lebih mudah.

"Pemerintah terus melakukan pendampingan mulai dari legalitas usaha, sertifikasi produk, pemasaran, akses pembiayaan hingga pengadaan barang dan jasa pemerintah agar IKM dapat naik kelas," jelasnya.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Kota Metro berhasil memfasilitasi empat pelaku IKM memperoleh sertifikat merek melalui Klinik Kekayaan Intelektual Kementerian Perindustrian. Selain itu, produk tungku gerabah dari Sentra IKM Tungku Sejahtera Karangrejo meraih penghargaan nasional dalam program One Village One Product (OVOP) Kementerian Perindustrian.

Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar IKM 2026. Menurutnya, industri kecil dan menengah memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menggerakkan ekonomi daerah.

"Pemerintah Kota Metro akan terus mendukung pelaku IKM agar berkembang dan mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Produk lokal harus menjadi kebanggaan masyarakat Metro," tegasnya.

Melalui Gebyar IKM 2026, Pemerintah Kota Metro memiliki harapan produk-produk lokal semakin dikenal luas dan memiliki daya saing yang lebih kuat, sehingga mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari