Saturday, 31 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Produksi Kopi Tanggamus Capai 33.855 Ton, Pemkab Dorong UMKM Naik Kelas

31 October 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 7 kali
Bagikan:
Produksi Kopi Tanggamus Capai 33.855 Ton, Pemkab Dorong UMKM Naik Kelas
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

belum cukup jika hanya mengandalkan penjualan biji kopi. Dengan luas perkebunan mencapai 41.611 hektare dan produksi sekitar 33.855 ton per tahun, daerah ini dituntut mampu mengembangkan industri olahan agar potensi kopi benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Tantangan tersebut mengemuka dalam agenda Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus 2026 di kawasan Wisata Pantai Muara Indah, Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Sabtu (31/10/2026).

agenda ini menjadi salah satu upaya mempertemukan potensi perkebunan kopi, pariwisata, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutan Bupati Tanggamus Saleh Asnawi yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Arpin, disebutkan bahwa Tanggamus memiliki sekitar 82.000 hektare lahan perkebunan. Dari jumlah itu, 41.611 hektare merupakan perkebunan kopi robusta dengan produksi sekitar 33.855 ton per tahun.

Lima kecamatan menjadi sentra utama produksi kopi, yakni Ulubelu, Airnaningan, Sumberejo, Talang Padang, dan Pulau Panggung.

Bupati menilai potensi tersebut harus diikuti pengembangan produk olahan kopi melalui UMKM agar hasil perkebunan tidak hanya bernilai sebagai bahan mentah.

"Mengingat potensi perkebunan kita yang luar biasa, sungguh tepat apabila UMKM yang produknya merupakan hasil olahan kopi dapat kita kembangkan dan majukan," kata Bupati dalam pidatonya dibacakan Arpin.

Tanggamus sendiri memiliki sekitar 27.000 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Pemerintah daerah mengharapkan sektor ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha dan perluasan pasar.

Bupati juga mendorong terciptanya ruang promosi yang lebih luas bagi produk lokal. Kemitraan petani kopi Tanggamus dengan sebagian perusahaan, seperti PT Nestle Indonesia, PT Louis Dreyfus Commodities, PT Asia Makmur, PT Mayora, dan Need Coffee, turut disebut sebagai bagian dari jejaring usaha kopi daerah.

"Mari kita berdiskusi untuk mencari cara agar pelaku UMKM bisa terus tumbuh dan bergerak, serta dicarikan ruang yang lebih luas untuk mempromosikan produk yang dibuat dan diproduksi," pesannya.

Kepala Dinas Pariwisata Tanggamus, Marhasan Samba menyebutkan, Pesona Ngupi Senja tidak hanya diarahkan untuk menjual kopi. agenda ini menawarkan pengalaman menikmati kopi lokal dengan latar matahari terbenam dan panorama alam Tanggamus.

"Konsep ini sebenarnya tidak hanya menjual kopi, tetapi lebih banyak mengangkat pengalaman. Bagaimana kita menikmati sunset di kaki Gunung Tanggamus, dengan keindahan alam dan aroma kopi yang berasal dari produk lokal kita," ujarnya.

agenda tersebut dihadiri Arpin, Marhasan Samba, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Andi Dermawan, Ketua Forum Ekonomi Kreatif Tanggamus Azwansyah, Camat Kotaagung Adi Putra, serta sebagian pelaku UMKM kopi.

Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus 2026 resmi dibuka melalui sambutan Bupati yang dibacakan Arpin.

Dengan potensi produksi yang besar, pekerjaan rumah Tanggamus kini bukan sekadar memperkenalkan kopi kepada pengunjung. Lebih dari itu, bagaimana petani dan pelaku UMKM memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari setiap hasil perkebunan yang dihasilkan daerah tersebut.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari