Wednesday, 28 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

PTPN I Dorong Pemuda Jadi Penggerak Transformasi

28 October 2026 09:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
PTPN I Dorong Pemuda Jadi Penggerak Transformasi
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(PTPN I) Abdul Rivai Ras mengajak generasi muda mengambil peran strategis dalam transformasi perusahaan melalui inovasi, penguasaan teknologi, profesionalisme, dan kolaborasi. Pesan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang jatuh pada 28 Oktober.

Menurut Rivai, generasi muda memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing perusahaan di tengah perubahan teknologi dan dinamika industri agribisnis yang semakin cepat. Potensi tersebut perlu diimbangi dengan integritas, semangat kebangsaan, dan kemampuan menghasilkan kinerja yang terukur.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Saya mengajak karyawan generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam transformasi perusahaan. Saat ini kita berada dalam masa transisi generasi dengan dinamika yang sangat tinggi. Pengalaman karyawan senior perlu berjalan beriringan dengan kemampuan generasi muda dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Sumber daya manusia muda adalah salah satu energi utama dalam proses transformasi,” kata Rivai.

Ia memastikan, penguasaan teknologi dan kemampuan beradaptasi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi semangat Sumpah Pemuda. Bagi insan PTPN I, momentum bersejarah tersebut perlu diterjemahkan menjadi dorongan untuk melahirkan gagasan, menghadirkan inovasi, dan menggerakkan perubahan.

“Generasi muda di PTPN I tidak hanya dipersiapkan sebagai penerus, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak transformasi melalui inovasi, profesionalisme, integritas, dan kolaborasi. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang berani menghadirkan gagasan baru sekaligus mampu menerjemahkannya menjadi kinerja dan nilai tambah bagi perusahaan,” ujarnya.

Di tengah dinamika industri agribisnis, peran planters muda dari kalangan milenial dan Generasi Z semakin strategis. Mereka memiliki peluang untuk menghadirkan perspektif baru, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan cara kerja yang lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan.

Peran tersebut sejalan dengan agenda transformasi PTPN I untuk memperkuat daya saing, meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan pemanfaatan aset, dan mengembangkan nilai tambah komoditas perkebunan. Transformasi tidak hanya menyangkut pembaruan teknologi dan proses bisnis, tetapi juga perubahan pola pikir, budaya kerja, serta kualitas sumber daya manusia.

Di lingkungan perkebunan, peluang inovasi terbuka melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memantau kondisi tanaman, penguatan pengelolaan data, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengembangan produk hilir. Berbagai upaya tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menghubungkan pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan operasional di lapangan.

Rivai menekankan bahwa gagasan baru harus diwujudkan melalui langkah konkret yang memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan.

“Transformasi tidak cukup hanya direncanakan atau dibicarakan. Perubahan harus terlihat dalam cara kita bekerja, peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta kemampuan menciptakan nilai tambah. Karena itu, saya mendorong generasi muda untuk terus belajar, berani berinovasi, dan membangun kolaborasi dengan tetap menjunjung tinggi integritas serta tanggung jawab,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa inovasi membutuhkan kerja sama lintas generasi, kedisiplinan, keberanian melakukan perbaikan, serta komitmen terhadap keselamatan kerja. Dengan demikian, semangat perubahan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi tercermin dalam hasil kerja yang terukur dan memberikan manfaat nyata.

Nilai persatuan yang menjadi inti Sumpah Pemuda juga relevan bagi PTPN I. Dengan keragaman wilayah operasional, komoditas, dan karakter pekerjaan, perusahaan membutuhkan semangat kebersamaan untuk menyatukan potensi menjadi kekuatan bersama.

Perbedaan pengalaman dan latar belakang antargenerasi, menurut Rivai, semestinya menjadi sumber pembelajaran, bukan penghalang perubahan. Budaya kerja yang terbuka terhadap gagasan baru, menghargai kontribusi, dan berorientasi pada kinerja akan membantu perusahaan beradaptasi menghadapi tantangan industri.

Bagi planters muda, tanggung jawab tersebut tidak sebatas menjalankan proses produksi. Mereka turut berperan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya, mendukung ketahanan pangan dan energi, serta menciptakan nilai ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tantangan ke depan juga menuntut generasi muda terus meningkatkan kompetensi, memahami perkembangan teknologi, dan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan. Profesionalisme dan integritas menjadi fondasi agar setiap inovasi selaras dengan kepentingan perusahaan dan masyarakat.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, PTPN I memastikan pentingnya membangun lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan talenta muda. Regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan tangguh menghadapi perubahan.

Jika dahulu Sumpah Pemuda menyatukan keberagaman untuk memperjuangkan cita-cita Indonesia, kini semangat yang sama dapat diwujudkan melalui kerja nyata untuk membangun perusahaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Bagi PTPN I, generasi muda bukan sekadar pewaris masa depan perkebunan, melainkan bagian penting dari perubahan hari ini. Semangat Sumpah Pemuda perlu hidup dalam tindakan: menyatukan potensi, menggerakkan inovasi, dan menjadikan transformasi sebagai kerja bersama demi kemajuan agribisnis Indonesia. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari