Saturday, 06 June 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Serap Aspirasi Warga di Telukbetung Selatan dan Tanjung Senang, Sudin Ingatkan Bahaya Narkoba, Judi Online dan Kejahatan Digital

06 June 2026 20:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
‎Serap Aspirasi Warga di Telukbetung Selatan dan Tanjung Senang, Sudin Ingatkan Bahaya Narkoba, Judi Online dan Kejahatan Digital
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

‎Anggota Komisi III DPR RI, Sudin, S.E., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus aktivitas serap aspirasi masyarakat di dua lokasi berbeda di Kota Bandar Lampung, Sabtu (6/6/2026). 

‎aktivitas tersebut bertujuan mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan, ketertiban, dan persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

‎aktivitas pertama berlangsung di Kecamatan Telukbetung Selatan dan dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung Kostiana, unsur pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

‎Sementara aktivitas kedua diadakan di Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, yang turut dihadiri Kapolsek Tanjung Senang Iptu Edi Shabara, anggota DPRD Bandar Lampung Sri Jamsari, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

‎Dalam kedua aktivitas tersebut, Sudin didampingi oleh Tenaga Ahli Komisi III DPR RI, Dr. Donald Harris Sihotang, S.E., M.M., yang juga memandu jalannya diskusi dan dialog bersama masyarakat.

‎Antusiasme warga terlihat dari banyaknya aspirasi dan keluhan yang disampaikan, mulai dari persoalan keamanan lingkungan, penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online, pinjaman online ilegal, hingga persoalan sosial dan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat.

‎dalam pidatonya, Sudin memastikan bahwa wilayah perkotaan saat ini menghadapi tantangan yang cukup serius, terutama terkait penyalahgunaan narkoba dan meningkatnya berbagai bentuk kejahatan berbasis teknologi.

‎"Wilayah kita rentan terhadap peredaran narkoba dan angkanya cenderung meningkat. Selain itu, masyarakat juga harus waspada terhadap hoaks yang beredar di internet. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Kita harus cermat menerima dan menyaring informasi," ujar Sudin.

‎Ia juga menyoroti fenomena pinjaman online ilegal dan judi online yang semakin marak di tengah masyarakat.

‎Menurutnya, banyak warga yang terjebak pinjaman online sebagai jalan pintas ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Namun kondisi tersebut justru sering memperburuk keadaan dan berujung pada masalah sosial yang lebih besar.

‎"Judi online dan pinjaman online menjadi persoalan serius yang dapat menghancurkan ekonomi keluarga. Banyak rumah tangga yang akhirnya mengalami konflik hingga perceraian akibat terjerat persoalan ekonomi yang dipicu judi online maupun utang pinjaman online," katanya.

‎Sudin juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan perhatian terhadap pendidikan dan pengawasan anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif lingkungan maupun dunia digital.

‎"Anak-anak harus mendapatkan perhatian yang cukup sesuai usianya. Mereka perlu dibimbing agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepekaan sosial, karakter yang baik, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif," ujarnya.

‎Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk kembali mengaktifkan aktivitas ronda malam atau siskamling sebagai bentuk partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

‎"Keamanan bukan hanya tugas aparat. Kita sebagai warga negara memiliki hak, tetapi juga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman," tambahnya.

‎Pada aktivitas di Telukbetung Selatan, perwakilan Polsek Telukbetung, Ipda Iqbal, mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak di rumah maupun di luar rumah.

‎Menurutnya, perhatian orang tua menjadi faktor penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan mereka.

‎Sementara itu, dalam sesi diskusi, Dr. Donald Harris Sihotang menyoroti berbagai persoalan sosial yang saat ini dihadapi masyarakat, mulai dari banjir perkotaan, kejahatan digital, hingga tingginya angka perceraian.

‎Menurut Donald, persoalan banjir yang terus terjadi di Bandar Lampung tidak bisa dilepaskan dari masalah sampah dan penyempitan saluran drainase.

‎"Persoalan banjir yang terjadi saat ini salah satunya disebabkan oleh meningkatnya volume sampah serta kondisi drainase yang semakin sempit. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.

‎Donald juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.

‎Menurutnya, masyarakat Indonesia yang hidup dalam kondisi majemuk harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

‎"Media sosial harus digunakan secara bijak. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun informasi yang dapat memecah belah persatuan. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, menjaga persatuan adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa ancaman cybercrime atau kejahatan siber saat ini sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

‎Mulai dari penipuan online, pencurian data pribadi, pembobolan rekening, hingga perjudian online semakin banyak menimbulkan korban di tengah masyarakat.

‎Selain itu, Donald menghimbau masyarakat untuk tidak membeli kendaraan tanpa dokumen resmi atau motor bodong karena dapat mendorong meningkatnya angka pencurian kendaraan bermotor.

‎Dalam kesempatan tersebut, Donald juga menjelaskan bahwa masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan hukum yang dihadapi kepada Anggota DPR RI Sudin melalui tenaga ahli, aparat pemerintah, Babinkamtibmas, maupun jalur pengaduan resmi lainnya agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

‎Ia menuturkan lebih lanjut bahwa tingginya angka perceraian yang terjadi saat ini banyak dipengaruhi oleh lemahnya ketahanan ekonomi keluarga yang diperparah oleh praktik judi online, narkoba, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

‎"Banyak keluarga yang awalnya harmonis akhirnya mengalami konflik karena ekonomi rumah tangga terganggu. Karena itu, masyarakat harus menjauhi narkoba, judi online, dan berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan keluarga," katanya.

‎aktivitas berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan aspirasi yang disampaikan warga. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari