BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Tanggamus - Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Tanggamus yang dijadwalkan menjadi forum pemilihan ketua baru akhirnya tidak dapat diselenggarakan.
Agenda yang telah dipersiapkan sejak lama itu terpaksa ditunda karena belum terpenuhinya salah satu persyaratan administrasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Penundaan tersebut terjadi di tengah antusiasme ribuan kader yang telah memadati Aula Bujog, Pekon Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, Senin (15/6/2026).
Padahal seluruh persiapan pelaksanaan Musda telah rampung. sebagian pimpinan partai, kepala daerah, anggota legislatif, tokoh masyarakat, hingga kader dari berbagai kecamatan telah hadir untuk mengikuti forum tertinggi Partai Golkar di tingkat kabupaten tersebut.
Turut hadir dalam acara itu Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A Rozak, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Plt Ketua DPD II Partai Golkar Tanggamus Tony Eka Candra, Sekretaris DPD Partai Golkar Lampung Aprozi Alam, Ketua Harian DPD Partai Golkar Lampung Riza Mirhadi, anggota DPRD lintas partai, serta sebagian tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Penjaringan sekaligus Sekretaris DPD II Partai Golkar Tanggamus, Rifki, menjelaskan bahwa hingga hari pelaksanaan surat dari DPP Partai Golkar yang menjadi salah satu syarat pelaksanaan Musda belum diterima.
"Kalau surat dari DPP sudah ada, Musda bisa dilanjutkan. Karena belum ada, maka pelaksanaannya ditunda," kata Rifki.
Penundaan tersebut cukup mengejutkan kader mengingat seluruh tahapan penjaringan calon ketua telah selesai dilakukan. Hingga batas akhir pendaftaran pada 13 Juni 2026, hanya satu nama yang tercatat mengambil sekaligus mengembalikan formulir pencalonan, yakni Agus Ciek.
Di balik alasan administratif, pelaksanaan Musda juga berlangsung di tengah dinamika internal partai. Sebelumnya, sebanyak 15 Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Tanggamus diberhentikan oleh Plt Ketua DPD II Partai Golkar Tanggamus.
Kebijakan tersebut memicu penolakan dari sebagian pengurus kecamatan yang menilai proses pemberhentian tidak sesuai mekanisme organisasi. Persoalan itu bahkan telah dibawa ke DPP Partai Golkar untuk meminta penyelesaian.
Meski Musda batal digelar, rangkaian acara tetap dilanjutkan. Panitia mengubah agenda menjadi Temu Kader Partai Golkar yang dirangkaikan dengan Gerakan Lampung Menanam (Gelam).
Sekitar 1.500 kader mengikuti acara tersebut. Acara juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari Reog, Kuda Lumping, Kuntau, hingga kesenian adat Lampung yang mengiringi prosesi penanaman pohon secara simbolis.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A Rozak mengajak seluruh kader menjaga soliditas organisasi dan terus hadir di tengah masyarakat.
"Kader Golkar harus tetap bersatu, bekerja nyata di tengah masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Lampung yang lebih hijau dan sejahtera. Saya memiliki harapan Golkar semakin solid dan terus tumbuh kuat melayani kepentingan rakyat," ujar Hanan.
Sementara itu, Plt Ketua DPD II Partai Golkar Tanggamus Tony Eka Candra memiliki harapan kader-kader muda mampu mengembalikan kekuatan politik Partai Golkar di Kabupaten Tanggamus.
Menurutnya, konsolidasi organisasi perlu terus diperkuat agar Golkar kembali mampu merebut posisi-posisi strategis yang selama beberapa periode belum berhasil diraih.
Hingga saat ini, jadwal pelaksanaan Musda VI Partai Golkar Tanggamus masih menunggu arahan dan keputusan dari DPD I Partai Golkar Lampung serta DPP Partai Golkar.
Bagi sebagian kader, tertundanya Musda bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi untuk menyelesaikan berbagai dinamika internal sebelum menentukan arah kepemimpinan Partai Golkar Tanggamus lima tahun ke depan.