Thursday, 22 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Wahana Raharja Masih Merugi, Karyawan Tinggal 6 Orang dan Arus Kas Tak Kunjung Membaik

22 October 2026 16:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Wahana Raharja Masih Merugi, Karyawan Tinggal 6 Orang dan Arus Kas Tak Kunjung Membaik
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

- Harapan PT Wahana Raharja sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Lampung untuk menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah belum terwujud.

Di tengah upaya mempertahankan bisnis dan menekan biaya operasional, kondisi keuangan perusahaan masih minus.

Sementara itu, perbaikan arus kas belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Kondisi tersebut menjadi catatan dalam evaluasi kinerja direksi Wahana Raharja yang telah berlangsung melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Agustus 2026.

beberapa upaya efisiensi dan pengembangan usaha memang dilakukan, tetapi perusahaan belum mampu menunjukkan perbaikan keuangan yang berarti.

Direktur Operasional PT Wahana Raharja Yurita Sari mengakui, kondisi keuangan masih menjadi pekerjaan rumah utama perusahaan.

Perbaikan arus kas yang diharapkan juga belum tercapai secara signifikan.

“Memang laporan keuangan, kita belum ada perbaikan yang signifikan terhadap arus kas dan lain-lain. PR kita juga cukup berat. Kita masih minus juga,” ujar Yurita kepada , Rabu, 21 Oktober 2026.

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa upaya pembenahan internal belum berbanding lurus dengan pemulihan kondisi keuangan perusahaan.

Padahal, sebagai BUMD, Wahana Raharja diharapkan tidak sekadar bertahan menjalankan operasional, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis secara sehat.

Perusahaan juga diharapkan memberikan nilai ekonomi bagi pemegang sahamnya, yakni Pemprov Lampung.

Yurita menyampaikan, perusahaan telah melakukan perampingan beban operasional dan efisiensi karyawan hingga batas yang dinilai maksimal.

Kini, jumlah karyawan Wahana Raharja tersisa enam orang.

Namun, efisiensi tersebut belum cukup mengangkat kondisi keuangan perusahaan.

Wahana Raharja masih mengandalkan beberapa lini bisnis yang sudah berjalan sekaligus berupaya mengoptimalkan aset untuk menambah pendapatan.

Salah satunya melalui penyewaan lahan milik perusahaan.

Aset di kawasan Kaliawi, misalnya, belum optimal dimanfaatkan karena berada di tengah permukiman dengan akses jalan yang sulit.

Kondisi tersebut menyulitkan perusahaan menyewakan lahan itu sebagai area parkir.

Upaya penyewaan juga mulai dilakukan terhadap lahan di Lampung Selatan dan kawasan Perwata.

Meski demikian, perusahaan belum membeberkan nilai pendapatan yang berhasil diperoleh dari pemanfaatan aset-aset tersebut.

Di sektor perdagangan, Wahana Raharja mempertahankan bisnis alat tulis kantor (ATK) sekaligus merintis usaha gula.

Penjualan gula dilakukan melalui agenda operasi pasar murah bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Lampung.

Pun dilakukan secara langsung di kantor serta melalui penyediaan kebutuhan beberapa pelaku usaha.

Pelanggan yang disasar antara lain rumah makan, usaha katering, distributor, dan toko kue.

Sementara itu, bisnis ATK diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dinas-dinas pemerintah.

Perusahaan juga menjajaki kerja sama dengan Muhammadiyah untuk memperluas pemasaran ke sekolah-sekolah melalui aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).

Kerja sama tersebut masih dalam tahap sosialisasi.

Dengan demikian, peluang pasar memang sedang dibuka, tetapi dampaknya terhadap pendapatan dan kesehatan keuangan perusahaan belum dapat dipastikan dari keterangan yang disampaikan.

Memasuki 2027, Wahana Raharja belum berencana melakukan ekspansi secara agresif.

Perusahaan memilih mengintensifkan lini bisnis yang ada dengan mempertimbangkan kemampuan finansial.

Yurita menyebut keterbatasan permodalan sebagai tantangan terbesar untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Kondisi tersebut membatasi ruang gerak perusahaan dalam menambah unit bisnis baru.

“Permodalan,” kata Yurita saat ditanya mengenai tantangan terbesar perusahaan.

Ia menilai, kemampuan perusahaan bertahan selama setahun di tengah berbagai persoalan merupakan capaian tersendiri.

Namun, keberlangsungan operasional belum otomatis mencerminkan keberhasilan dalam membangun bisnis yang sehat.

Diketahui, Direktur Utama PT Wahana Raharja Asep Muzaki dan Direktur Operasional Yurita Sari resmi dilantik oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal pada Selasa, 30 September 2025.

Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur.

Pengangkatan keduanya berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Wahana Raharja. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari