Wednesday, 28 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Adu Visi Enam Kandidat Rektor Unila, dari Kampus Digital hingga Riset Global

28 October 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 7 kali
Bagikan:
Adu Visi Enam Kandidat Rektor Unila, dari Kampus Digital hingga Riset Global
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Enam bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031 memaparkan visi, misi, dan program kerja dalam agenda penyampaian gagasan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Gedongmeneng, Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026).

Penyampaian visi-misi tersebut menjadi bagian dari tahapan pemilihan rektor Unila. Setelah masing-masing kandidat memaparkan gagasannya, agenda dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Para anggota Senat Unila hadir dalam agenda tersebut. Sebelumnya, Ketua Senat Unila, Prof. Dr. Herpratiwi, telah mengirimkan surat undangan tertanggal 22 Oktober 2026.

Enam kandidat yang mengikuti tahapan tersebut yakni Prof. Dr. Hamzah, SH, MH, PIA; Dr. Budiyono, SH, MH; Prof. Dr. Warsito, SSi, DEA, PhD; Prof. Dr. Rudy, SH, LLM, LLD; Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, SKed, MKes; dan Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, SSos, MSi.

Dalam penyampaian visi-misi, urutan kandidat ditentukan melalui pengundian yang dilakukan panitia.

Prof. Anna Gustina Zainal mendapat kesempatan pertama menyampaikan gagasannya, disusul Prof. Hamzah, Prof. Rudy, Prof. Warsito, Prof. Asep Sukohar, dan terakhir Dr. Budiyono.

Dalam pemaparan visi dan misi, terdapat beragam gagasan mengenai pengembangan Unila ke depan, mulai dari transformasi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan riset dan kolaborasi internasional.

Lima pilar yang menjadi arah pengembangan Unila meliputi transformasi digital melalui pengembangan smart campus, penguatan riset, inovasi, dan hilirisasi.

Kemudian peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan sivitas akademika, perluasan kolaborasi internasional, pengembangan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN), serta penciptaan lingkungan kampus yang aman, humanis, dan berintegritas.

Salah satu kandidat, Prof. Warsito, mengusung gagasan transformasi Unila menjadi universitas berkelas dunia yang berdampak dan berintegritas.

Melalui konsep GO UNILA, Warsito menawarkan tujuh program unggulan yang dirancang sebagai satu kesatuan portofolio transformasi kampus.

"Program tersebut meliputi Gerakan Keunggulan Akademik sebagai Panglima, Organisasi Unggul melalui Transformasi Tata Kelola dan Kepemimpinan, Upgrading SDM Unggul dan Ekosistem Akademik Berkualitas, Navigasi Penguatan Riset, Inovasi, dan Kampus Berdampak, " ungkapnya.

Selanjutnya, Inisiasi Transformasi Kelembagaan dan Kemandirian Anggaran, Langkah Penguatan Jejaring, Diplomasi Akademik, dan Peran Global, serta Aktualisasi Peran Mahasiswa, Alumni, dan Identitas Lokal.

Dalam implementasinya, program tersebut dijabarkan melalui beragam inisiatif.

Pada bidang akademik, Warsito menawarkan pengembangan kurikulum berbasis outcome, peningkatan akreditasi unggul dan internasional, pertukaran mahasiswa, serta modernisasi laboratorium, perpustakaan, dan ruang pembelajaran.

Di bidang tata kelola, ia mendorong penerapan good university governance, perencanaan berbasis akademik, pengembangan smart campus terintegrasi, serta penguatan Sistem Pengendalian Internal (SPI) dan Badan Pengelola Usaha (BPU).

"Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui penguatan budaya akademik dan integritas, pengelolaan karier, percepatan jumlah guru besar dan doktor, peningkatan kompetensi tenaga kependidikan, serta kesejahteraan sivitas akademika, " jelasnya.

Sementara pada bidang riset, Warsito menawarkan penguatan penelitian yang mengacu pada prioritas nasional, SDGs, Asta Cita, dan RPJMN.

Gagasan tersebut mencakup pengembangan pusat unggulan riset, hilirisisasi paten dan produk, serta menjadikan Lampung sebagai living laboratory atau laboratorium hidup bagi pengembangan penelitian.

Untuk mendukung kemandirian kampus, ia juga mengusulkan anggaran berbasis kinerja, subsidi silang yang adil, diversifikasi sumber pendanaan melalui industri dan alumni, serta penyusunan peta jalan pengelolaan aset dan business plan menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Selain itu, penguatan kerja sama dengan industri dan pemerintah, jejaring internasional melalui ASEAN dan forum global, serta pengembangan ekosistem prestasi dan kewirausahaan mahasiswa turut menjadi bagian dari programnya.

Secara keseluruhan, tujuh program unggulan tersebut dijabarkan dalam 38 program kerja. Akronim GO UNILA dibentuk dari huruf awal masing-masing program unggulan.

Asep Sukohar Usung UNILA EXCELLENT

Sementara itu, Prof. Asep Sukohar, menyampaikan gagasan melalui konsep UNILA EXCELLENT.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya tata kelola kampus yang berintegritas serta penguatan riset dan inovasi.

"Salah satu gagasan yang disampaikan yakni ETIKA, yang menitikberatkan pada tata kelola berintegritas, " kata dia.

Melalui gagasan tersebut, Asep mendorong tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, dan memiliki integritas tinggi.

Selain itu, ia juga menawarkan penguatan eksplorasi riset, inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi.

Gagasan tersebut diarahkan untuk mendorong riset unggulan dan inovasi yang memberikan dampak, sekaligus memperkuat proses hilirisasi hingga komersialisasi hasil penelitian.

Pemaparan visi, misi, dan program kerja keenam bakal calon rektor tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama anggota Senat Unila. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari