BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Lampung masih harus bersiap menghadapi cuaca yang tidak menentu. Meski hujan mulai turun di beragam wilayah, sebagian besar daerah ternyata belum resmi memasuki musim penghujan.
Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Kelas II Lampung, hingga awal November 2026, baru dua dari 15 kabupaten/kota yang telah memasuki musim hujan. Kedua daerah tersebut adalah Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat.
Sementara itu, 13 kabupaten/kota lainnya masih berada dalam masa peralihan musim atau pancaroba.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Lampung, Indra Purna mengungkapkan, masuknya musim hujan di wilayah Lampung berlangsung tidak bersamaan. Daerah yang berada di bagian barat diperkirakan lebih dahulu mengalami perubahan musim.
"Untuk wilayah Lampung baru dua kabupaten, yakni Lampung Barat dan Pesisir Barat. Untuk wilayah lainnya memasuki musim pancaroba," kata Indra, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, perbedaan waktu dimulainya musim hujan tersebut berkaitan dengan pergerakan angin monsun Asia yang membawa massa udara dari arah barat.
Pola angin tersebut menyebabkan wilayah Lampung bagian barat lebih dahulu mendapatkan pengaruh pembentukan musim hujan. Selanjutnya, kondisi serupa diperkirakan meluas secara bertahap ke wilayah lain.
"Faktornya angin monsun. Monsun Asia datangnya dari barat, jadi secara umum mulai musim hujannya dari barat, lalu perlahan ke wilayah lainnya menyusul," jelasnya.
Indra memperkirakan, sebagian besar wilayah Lampung baru akan memasuki musim penghujan mulai pertengahan November 2026 hingga awal Januari 2027.
Dari 13 daerah yang masih mengalami pancaroba, Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur diprediksi menjadi wilayah yang paling belakangan memasuki musim hujan.
"Wilayah lainnya mulai dari pertengahan November sampai awal Januari. Untuk Lampung Selatan dan Lampung Timur yang paling akhir," ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak langsung menganggap hujan yang turun belakangan ini sebagai tanda berakhirnya musim kemarau di seluruh Lampung.
Pasalnya, selama masa pancaroba, kondisi cuaca antardaerah masih bisa berbeda. Sebagian wilayah berpotensi diguyur hujan, sedangkan daerah lainnya masih mengalami cuaca panas maupun berawan.
Perubahan cuaca tersebut merupakan bagian dari proses peralihan musim yang berlangsung secara bertahap di Provinsi Lampung.