Monday, 02 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es Disertai Angin Kencang di Lampung Barat

02 November 2026 09:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es Disertai Angin Kencang di Lampung Barat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

sebagian wilayah di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (1/11/2026) sore, dipicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) dengan intensitas tinggi.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil, ditambah faktor topografi wilayah, turut memperkuat pembentukan awan yang memicu cuaca ekstrem tersebut.

Forecaster on Duty BMKG Lampung, Iqbal Arief Pangestu, menjelaskan hujan es terbentuk melalui proses pergerakan butiran air di dalam awan Cumulonimbus.

Awan tersebut memiliki arus udara ke atas (updraft) yang kuat sehingga mampu membawa butiran air menuju lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku hingga berubah menjadi es.

Butiran es kemudian mengalami proses pembentukan dan pembesaran di dalam awan sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi.

Menurut Iqbal, ketersediaan uap air yang cukup serta kondisi geografis Lampung Barat juga mendukung terbentuknya awan konvektif yang kuat. Fenomena hujan es biasanya berlangsung singkat dan hanya melanda wilayah tertentu.

Sebelumnya, hujan es sebesar kelereng dilaporkan mengguyur sebagian pekon dan kelurahan di Kecamatan Balik Bukit sekitar pukul 15.21 WIB.

Wilayah terdampak meliputi Pekon Watas, Gunungsugih, Padang Dalom, Padang Hanakau, Kelurahan Waymengaku, dan Kelurahan Pasar Liwa.

Dandim 0422/Lampung Barat Letkol Inf Rizky Kurniawan menyebut kejadian tersebut berlangsung sekitar 10–15 menit, bersamaan dengan hujan deras, angin kencang, dan petir.

Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sebagian rumah warga di Pekon Hanakau mengalami kerusakan. Beberapa bagian atap dan tiang rumah dilaporkan roboh atau terlepas akibat terpaan angin.

"Selain itu, sebuah bangunan pendidikan anak usia dini (PAUD) tertimpa pohon tumbang. Meski menimbulkan kerusakan bangunan, peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa," ungkapnya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Iqbal meminta warga segera berlindung di bangunan kokoh apabila terjadi hujan es, serta menghindari pohon, papan reklame, dan jaringan listrik saat angin kencang maupun petir.

Masyarakat juga diminta memantau informasi dan peringatan dini melalui situs lampung.bmkg.go.id, media sosial BMKG Lampung, serta aplikasi InfoBMKG.

Fenomena serupa sebelumnya pernah terjadi di Pekon Padang Dalom pada 29 September 2025.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari