Friday, 30 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Di Forum Nasional APMAPI, Parosil Ungkap Cara Lampung Barat Perluas Akses Pendidikan

30 October 2026 15:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 7 kali
Bagikan:
Di Forum Nasional APMAPI, Parosil Ungkap Cara Lampung Barat Perluas Akses Pendidikan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menekankan bahwa pembangunan daerah pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan teknologi dan peningkatan daya saing global. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membuka kesempatan yang setara bagi seluruh anak, membangun karakter, serta tetap berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Pesan tersebut disampaikan Parosil saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XIV dan Seminar Nasional Asosiasi Program Studi Manajemen Administrasi Pendidikan Indonesia (APMAPI) Tahun 2026 yang digelar di Universitas Lampung (Unila), Jumat (30/10/2026).

Dalam forum nasional tersebut, Parosil menyampaikan materi mengenai implementasi kebijakan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan berbasis kearifan lokal pada abad ke-21. aktivitas itu dihadiri sebanyak 167 peserta yang berasal dari 50 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sehingga menjadi ruang diskusi bagi kalangan akademisi dan pemerintah daerah untuk membahas tantangan serta arah pembangunan daerah pendidikan ke depan.

Di hadapan para peserta, Parosil menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar membangun gedung sekolah, menyediakan buku pelajaran, ataupun mengikuti perkembangan teknologi. Menurutnya, pendidikan harus dimaknai sebagai upaya membangun martabat manusia, memperluas kesempatan, serta memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan meraih masa depan.

Pandangan tersebut tidak terlepas dari perjalanan hidup Parosil sebelum menjabat sebagai kepala daerah. Ia mengawali karier sebagai guru honorer dan guru bantu, kemudian melanjutkan pengabdian di dunia politik sebagai anggota DPRD selama tiga periode sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Lampung Barat.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu landasan pemikirannya dalam menentukan arah kebijakan pendidikan di daerah. Ia menilai bahwa pendidikan harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus keterbatasan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Parosil menjelaskan beragam kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemberian bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik di Kabupaten Lampung Barat.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa seluruh anak mendapatkan perlengkapan sekolah tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kemampuan ekonomi keluarganya. Anak petani, buruh, aparatur sipil negara (ASN), kepala desa, hingga anak seorang bupati memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas pendidikan selama menempuh pendidikan di Lampung Barat.

Menurut Parosil, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan tidak boleh ditentukan oleh kondisi ekonomi maupun status sosial orang tua. Pemerintah harus hadir untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

Selain bantuan seragam, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga mengembangkan program beasiswa pendidikan kedokteran bagi lulusan SMA dan madrasah aliyah asal Lampung Barat yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri. beragam mahasiswa penerima program tersebut saat ini telah menempuh pendidikan kedokteran di berbagai daerah, di antaranya Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Lampung.

Tidak hanya berfokus pada bidang akademik dan kesehatan, pemerintah daerah juga mengembangkan program beasiswa di beragam bidang lainnya, seperti seni dan budaya, bahasa daerah, kewirausahaan, serta pendidikan guru sekolah dasar. Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.

Parosil menjelaskan, pembangunan daerah pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan persaingan di tingkat nasional maupun global. Pendidikan juga harus mampu melahirkan generasi yang mengenal identitas daerah, memahami potensi lingkungan tempat tinggalnya, serta memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kopi, Budaya, dan Pendidikan sebagai Kekuatan Daerah

Salah satu hal yang turut disoroti dalam pemaparan Parosil adalah pentingnya menghubungkan dunia pendidikan dengan potensi ekonomi dan budaya lokal. Sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta, Lampung Barat memiliki kekayaan sumber daya alam yang perlu didukung dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat dalam mengelolanya.

Atas dasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengembangkan Sekolah Kopi dan Kampung Kopi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian berbasis komoditas unggulan daerah.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas melalui aktivitas belajar mengajar formal. Proses pendidikan juga dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, termasuk pengembangan potensi pertanian, perkebunan, seni, budaya, dan kearifan lokal.

Dengan demikian, kopi tidak hanya dipandang sebagai komoditas perdagangan yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, identitas budaya, serta peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pendidikan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Parosil juga menekankan bahwa perkembangan teknologi dan pembaruan kurikulum merupakan bagian penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Namun, kemajuan tersebut harus tetap diimbangi dengan penguatan karakter dan pelestarian budaya agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman.

Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Lampung, Dr. Handoko, menyampaikan bahwa Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI Tahun 2026 diikuti 167 peserta dari 50 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Menurutnya, jumlah peserta tersebut menunjukkan besarnya perhatian dan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pendidikan, khususnya pada bidang manajemen dan administrasi pendidikan. Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi para akademisi untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta membahas berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan.

Dekan FKIP Universitas Lampung, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., turut menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah pelaksanaan Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI merupakan sebuah kehormatan bagi FKIP Unila. Ia mengharapkan aktivitas tersebut tidak hanya menjadi agenda pertemuan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan kerja sama dan kolaborasi nyata ant perguruan tinggi di Indonesia.

Ia menilai, kolaborasi antarkampus memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas akademik, memperkuat pengembangan kurikulum, serta mendorong penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar hasilnya dapat memberikan manfaat secara langsung.

Kehadiran Bupati Lampung Barat dalam forum nasional tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi mengenai arah pembangunan daerah pendidikan di Indonesia. Berbagai kebijakan yang dipaparkan diharapkan dapat menjadi bahan diskusi dan referensi dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih merata serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kesempatan tersebut, Parosil ingin menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah pendidikan tidak hanya diukur dari kecanggihan fasilitas, penguasaan teknologi, maupun prestasi akademik. Lebih dari itu, keberhasilan pendidikan juga harus dilihat dari sejauh mana pemerintah mampu membuka akses belajar bagi seluruh masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.

Lampung Barat, lanjutnya, terus berupaya mengembangkan kebijakan pendidikan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memanfaatkan potensi lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah daerah. Sebab, pendidikan pada hakikatnya tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas dan mampu bersaing secara global, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, mengenal budayanya, mencintai daerahnya, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kemajuan pendidikan harus berjalan beriringan dengan pemerataan kesempatan dan pelestarian nilai-nilai budaya. Sebab, pembangunan daerah daerah tidak hanya ditentukan oleh seberapa jauh teknologi berkembang, tetapi juga oleh sejauh mana generasi penerus dipersiapkan untuk menghadapi masa depan tanpa kehilangan jati diri dan akar budayanya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari