BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Jakarta - Proses eksekusi Hotel Sultan Blok 15 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026), diwarnai kericuhan yang menyebabkan puluhan petugas mengalami luka-luka.
Bentrokan terjadi saat aparat menjalankan pengamanan terhadap pelaksanaan putusan pengadilan terkait lahan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, sebanyak 29 orang mengalami cedera dalam insiden tersebut. Mayoritas korban merupakan personel pengamanan yang berada di lokasi saat proses eksekusi berlangsung.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka ringan akibat lemparan benda keras yang diduga berasal dari massa," kata Kombes Pol Budi, dilansir Detikcom.
Selain itu, seorang personel TNI mengalami luka di bagian pelipis, sementara dua warga sipil juga turut menjadi korban dalam kericuhan tersebut.
Menurut Budi, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Aparat memastikan kondisi para korban terus dipantau untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
Untuk mengamankan jalannya eksekusi, aparat mengerahkan 3.161 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan instansi terkait.
"Kehadiran ribuan personel tersebut bertujuan menjaga situasi tetap kondusif selama pelaksanaan putusan pengadilan," terangnya.
Selain adanya korban luka, polisi juga mengamankan 69 orang yang diduga terlibat dalam aksi yang menghambat jalannya eksekusi. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan yang dilakukan aparat di lapangan.
Polda Metro Jaya memastikan bahwa pelaksanaan eksekusi dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum.
Karena itu, aparat mengingatkan seluruh pihak untuk menghormati proses hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu pelaksanaannya.
Meski sempat diwarnai ketegangan, aparat memastikan proses pengamanan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.
Polisi juga menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta mengikuti arahan petugas guna menghindari terjadinya insiden serupa di masa mendatang.