BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (28/10/2026) sore. Empat kali guncangan yang dirasakan warga membuat masyarakat dan pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus panik hingga berhamburan keluar rumah dan gedung perkantoran.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 15.23.46 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 8 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan dengan intensitas III MMI di Kotaagung, serta II MMI di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, dan Gisting.
Rohman, warga Kotaagung Timur, menuturkan guncangan pertama awalnya terasa kecil. Namun, gempa kedua yang terjadi sekitar pukul 15.20 WIB dirasakan cukup kuat hingga membuat rumahnya bergetar.
"Awalnya kecil, tetapi gempa yang kedua sekitar pukul 15.23 WIB cukup kencang sampai membuat rumah bergetar,” kata Rohman.
Menurut dia, guncangan kembali terasa cukup kuat pada gempa ketiga sekitar pukul 15.27 WIB. Kondisi itu membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Gempa yang ketiga sekitar pukul 15.27 WIB juga cukup kencang sehingga warga berhamburan keluar rumah. Terus gempa yang keempat juga cukup kencang. Kami sangat khawatir,” ujarnya.
Rentetan guncangan tersebut membuat warga waswas. Mereka khawatir gempa kembali terjadi sehingga memilih keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya.
Kepanikan juga terjadi di lingkungan perkantoran Pemkab Tanggamus. beragam pegawai dilaporkan berhamburan keluar gedung setelah merasakan getaran gempa.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama bagi warga yang berada di dalam rumah dan gedung bertingkat saat guncangan terjadi.
BMKG menyerukan masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi dari sumber resmi. Warga yang berada di dalam bangunan saat gempa disarankan keluar secara tertib setelah guncangan berhenti, memeriksa kondisi lingkungan, serta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi terverifikasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas sumbernya dan terus memantau informasi resmi BMKG mengenai perkembangan aktivitas gempa.