BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Warga Dusun Talang Gunung dan Dusun Tanjung Harapan, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, mengeluhkan maraknya pencurian hasil perkebunan berupa singkong, buah kelapa sawit, dan getah karet. Warga mengaku resah karena aksi pencurian tersebut disebut kerap terjadi dan memiliki harapan aparat kepolisian segera mengambil langkah untuk menangani persoalan yang merugikan masyarakat itu.
Salah seorang warga, Prabu (53), menjelaskan pencurian getah karet dan buah kelapa sawit di wilayah tersebut hampir terjadi setiap hari. Menurut dia, kejadian serupa terus berulang sehingga membuat warga khawatir terhadap keamanan hasil perkebunan yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat.
Prabu mengungkapkan, aksi pencurian itu bahkan disebut dilakukan secara terang-terangan. Kondisi tersebut menambah keresahan warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan harus menghadapi risiko kehilangan hasil panen akibat ulah pelaku pencurian.
Ia menyebutkan, meskipun jumlah warga yang menjadi korban diduga cukup banyak, hanya satu orang yang berani melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Sementara itu, korban lainnya disebut memilih tidak melapor karena merasa takut terhadap ancaman yang diduga disampaikan oleh pelaku.
Menurut Prabu, ancaman tersebut tidak hanya membuat korban merasa khawatir, tetapi juga menimbulkan ketakutan di kalangan warga sekitar. Situasi itu membuat sebagian masyarakat merasa kesulitan untuk mengambil tindakan, meskipun mereka mengaku mengalami kerugian akibat kehilangan hasil perkebunan.
Prabu menjelaskan, salah satu korban pencurian telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Mesuji. Ia juga menyebutkan bahwa korban telah mengetahui pihak yang diduga melakukan pencurian dan menyerahkan beberapa bukti kepada kepolisian untuk membantu proses penanganan perkara tersebut.
Salah satu barang bukti yang disebut telah diserahkan kepada Polres Mesuji adalah kendaraan yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian. Prabu memiliki harapan laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di lokasi kejadian agar persoalan yang dikeluhkan warga tidak terus berlarut-larut.
Atas kondisi tersebut, Prabu meminta Kapolres Mesuji agar menurunkan personel untuk melakukan pengecekan dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum. Ia menilai kehadiran aparat kepolisian diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya konflik antara warga dan pihak yang diduga melakukan pencurian.
“Kami mohon, Pak Kapolres Mesuji, turunkan anggotanya. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut dan menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat,” ujar Prabu kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).
Ia mengingatkan, warga selama ini berupaya menahan diri dan menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum. Namun, apabila dugaan pencurian terus berulang tanpa penanganan yang dirasakan warga, ia khawatir situasi di lapangan dapat memicu emosi masyarakat dan berujung pada tindakan yang tidak diinginkan.
Prabu juga mengungkapkan bahwa pihak yang diduga melakukan pencurian disebut pernah menantang dan mengancam warga dengan menggunakan senjata api, alat yang disebut warga sebagai “gojlok”, serta pedang. Ancaman tersebut, menurut dia, semakin memperbesar kekhawatiran masyarakat sehingga penanganan oleh aparat kepolisian dinilai mendesak untuk memberikan perlindungan dan mencegah terjadinya bentrokan.
Keluhan serupa disampaikan Eke (34), salah seorang warga yang mengaku menjadi korban kehilangan singkong, buah kelapa sawit, dan getah karet. Ia menjelaskan pernah memergoki orang yang diduga sebagai pelaku ketika sedang mengambil singkong di lahan miliknya.
Eke menjelaskan, dalam kejadian tersebut, singkong miliknya yang hilang diperkirakan mencapai lima karung. Ia juga menyebutkan bahwa kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi pencurian telah dibawa dan diserahkan ke Polres Mesuji sebagai bagian dari upaya pelaporan yang dilakukan korban.
“Saya sudah melapor ke Polres Mesuji, tetapi sampai detik ini pihak kepolisian belum turun ke lokasi untuk menangkap pelaku,” ujar Eke.
Ia menekankan, dirinya bersama warga lainnya tidak ingin mengambil tindakan sendiri ataupun berhadapan langsung dengan pihak yang diduga melakukan pencurian. Karena itu, mereka memilih melaporkan kejadian tersebut dan menyerahkan penanganannya kepada kepolisian agar dapat diselesaikan melalui jalur hukum.
Warga memiliki harapan Polres Mesuji segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan, memeriksa bukti-bukti yang tersedia, serta melakukan langkah penegakan hukum sesuai prosedur.
Mereka juga memiliki harapan adanya tindakan nyata dapat menghentikan dugaan pencurian yang berulang, memberikan rasa aman bagi warga Dusun Talang Gunung dan Dusun Tanjung Harapan, serta mencegah potensi konflik di tengah masyarakat. Hingga narasi ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak Polres Mesuji mengenai laporan dan keluhan warga tersebut. (*)