BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Tanggamus — Kebakaran yang diduga dipicu puntung rokok melanda kawasan Type 500 milik Pekerjaan Umum (PU) Waduk Batu Tegi, di Pekon Batu Tegi, Kecamatan Airnaningan, Kabupaten Tanggamus, Jumat (23/10/2026).
Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan perkebunan dengan taksiran kerugian mencapai Rp80 juta.
Api yang mulai diketahui sekitar pukul 12.30 WIB itu baru berhasil dipadamkan pada pukul 15.30 WIB. Selama tiga jam, petugas gabungan bersama masyarakat berupaya mengendalikan kobaran api di tengah kondisi lahan kering, angin kencang, dan medan yang terjal.
Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin menuturkan, kebakaran pertama kali diketahui Ahmada, salah seorang penggarap lahan. Sepulang menunaikan salat Jumat, ia mendapati lahan garapannya sudah terbakar.
Ahmada kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat pekon. Laporan diteruskan kepada Polsek Pulau Panggung dan petugas pemadam kebakaran.
“Setelah petugas gabungan dan warga berjibaku mengendalikan kobaran api di lokasi, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB,” kata Suamin, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH Hudi Arif.
Berdasarkan pendataan awal, kebakaran menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan garapan Selamet dan satu hektare lahan garapan Ahmada. Berbagai tanaman perkebunan, mulai dari kopi, pisang, cokelat, nangka, karet hingga kemiri, berada di area yang terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Besarnya kerugian itu menjadi konsekuensi nyata dari kebakaran yang melanda lahan perkebunan warga. Meski demikian, penyebab pasti munculnya api belum dipastikan.
Suamin menyebut puntung rokok dari warga yang mencari pakan ternak di sekitar lokasi sebagai salah satu dugaan awal pemicu kebakaran. Dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan belum dapat dinyatakan sebagai penyebab pasti.
Kondisi lahan yang kering dan banyak ditumbuhi rumput serta tanaman kering diduga mempercepat penyebaran api. Angin kencang turut memperbesar tantangan petugas dalam mengendalikan kobaran.
Medan yang terjal juga menyulitkan akses kendaraan pemadam kebakaran. Petugas gabungan dari Polsek Pulau Panggung, TNI, Damkar, aparatur pekon, dan masyarakat akhirnya melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.
Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika cuaca kering dan angin bertiup kencang.
"Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api," ujar Suamin.
Penyebab kebakaran masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut. Kepastian itu penting agar dugaan pemicu tidak berkembang menjadi kesimpulan tanpa bukti, sementara kerugian akibat kebakaran telah ditaksir mencapai Rp80 juta. (*)