Friday, 23 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

PTPN I Jadi Laboratorium Ilmu Mahasiswa Magang

23 October 2026 17:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
PTPN I Jadi Laboratorium Ilmu Mahasiswa Magang
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandung — Menghubungkan teori di bangku kuliah dengan kebutuhan industri menjadi tantangan bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Di sektor perkebunan, proses tersebut tidak cukup dipelajari dari buku dan ruang kelas, tetapi juga membutuhkan pengalaman langsung di lapangan. PTPN I (Persero) membuka ruang pembelajaran itu melalui program praktik kerja lapangan (PKL) dan magang di berbagai bidang usaha perusahaan.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras menuturkan, perusahaan terbuka terhadap kehadiran mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), PTPN I juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan talenta muda Indonesia.

“Dunia kampus membutuhkan jembatan yang baik dan sistematis menuju dunia kerja. Kesenjangan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan industri perlu dijawab dengan pengalaman praktik yang relevan,” ujar Abdul Rivai di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja yang besar perlu diimbangi dengan kesiapan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi penting agar mahasiswa memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.

“Negara membutuhkan banyak lapangan kerja. Namun, kompetensi lulusan baru terkadang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri. Kita membutuhkan instrumen untuk menjembatani keduanya. Itulah mengapa PTPN I terbuka menerima mahasiswa PKL maupun magang di berbagai bidang usaha kami,” katanya.

Dengan aktivitas usaha yang mencakup pengelolaan tanaman, pemeliharaan kebun, pengolahan hasil perkebunan, pemasaran, hingga manajemen perusahaan, PTPN I menyediakan ruang pembelajaran lintas disiplin ilmu. Bidang agronomi, ilmu tanah, kimia, teknik pertanian, teknik mesin, teknologi informasi, manajemen sumber daya manusia, akuntansi, keuangan, hingga hukum agraria memiliki keterkaitan dengan operasional perusahaan.

“Bisnis PTPN I melibatkan banyak disiplin ilmu. Tantangan industri perkebunan juga sangat luas, mulai dari memperhitungkan kondisi cuaca hingga memahami perubahan selera pasar. Semua membutuhkan pengetahuan, ketelitian, dan kemampuan untuk menerapkannya dalam pekerjaan,” ujar Abdul Rivai.

Gambaran nyata peran perusahaan sebagai ruang belajar terlihat dari pengalaman Dhafin Dwi Wicaksono dan Rian Hidayat, mahasiswa Fakultas Sains dan Informasi Geografi (SaIG), Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Selama menjalani magang di PTPN I Regional 2, keduanya terlibat dalam pekerjaan pemetaan dan analisis geospasial untuk mendukung pengelolaan lahan perusahaan.

Pada periode 1–30 September 2026, Dhafin dan Rian menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus untuk menyusun peta kebun, memetakan tutupan lahan berbasis vegetasi, serta menganalisis kemiringan lereng. Mereka juga membantu mengidentifikasi dan menghitung luasan lahan kerja sama yang terindikasi tidak sesuai dengan peruntukan atau kesepakatan awal di beragam wilayah, termasuk Purwakarta, Pangalengan, dan Cianjur.

Proses tersebut memberi mereka pengalaman memahami bagaimana data spasial digunakan untuk membaca kondisi lahan, mengevaluasi pemanfaatan aset, serta mendukung perencanaan perusahaan. Hasil digitasi dan analisis pemetaan kemudian dipresentasikan kepada manajemen sebagai bahan pertimbangan bagi Bagian Tanaman dalam menyusun program strategis.

Keduanya juga berkesempatan mengikuti koordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung proses verifikasi dan klarifikasi pemanfaatan lahan kerja sama. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa pemetaan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari proses pengambilan keputusan yang membutuhkan data akurat dan koordinasi lintas pihak.

Dari Ruang Kuliah ke Kebutuhan Perusahaan

Bagi Dhafin dan Rian, magang di PTPN I Regional 2 menjadi kesempatan untuk menguji pengetahuan akademik dalam situasi kerja nyata. Selain mengasah keterampilan teknis, mereka belajar menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan perusahaan, mengomunikasikan hasil analisis, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Ketelitian menjadi salah satu pelajaran penting selama proses tersebut. Penentuan batas wilayah, penghitungan luasan, dan klasifikasi tutupan lahan menuntut akurasi karena hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam evaluasi serta perencanaan pengelolaan lahan.

“Peta bukan sekadar goresan garis dan kumpulan warna di atas kertas, melainkan cerita tentang bagaimana manusia memahami, menjaga, dan mengelola setiap jengkal bumi demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” demikian refleksi keduanya atas pengalaman magang tersebut.

Melalui program magang, PTPN I Regional 2 tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga memperkenalkan penerapan data geospasial dalam pengelolaan perkebunan. Bagi perusahaan, informasi spasial menjadi salah satu instrumen untuk memahami kondisi lahan, mengevaluasi pemanfaatan aset, dan memperkuat perencanaan.

Pengalaman Dhafin dan Rian menunjukkan bahwa pembelajaran di dunia kerja dapat berjalan beriringan dengan kontribusi nyata. Ilmu yang diperoleh di kampus menemukan penerapannya dalam kebutuhan perusahaan, sementara mahasiswa mendapatkan bekal untuk menghadapi tantangan profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari