BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(rob) membayangi kawasan pesisir Lampung pada akhir Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyerukan para pelaku usaha maritim, nelayan, hingga pengelola pelabuhan untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi selama rentang waktu 26 hingga 31 Oktober 2026.
Kombinasi fenomena astronomi fase Bulan Purnama dan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) diprediksi memicu lonjakan pasang air laut maksimum di enam wilayah pesisir utama Lampung.
Forecaster on Duty BMKG Maritim Lampung, Ilham Agung Prayogo, menjelaskan bahwa kombinasi dua fase ini meningkatkan daya tarik gravitasi terhadap air laut secara signifikan.
"Fase Bulan Purnama pada 26 Oktober disusul titik Perigee pada 29 Oktober akan secara langsung memengaruhi dinamika pasang surut. Masyarakat pesisir wajib mengantisipasi dampak puncaknya," ujar Ilham, Kamis (22/10/2026).
Sektor Vital yang Rawan Terganggu:
· Pelabuhan & Logistik: Potensi gangguan pada proses bongkar muat barang serta operasional lalu lintas kapal.
· Mata Pencaharian Nelayan: Risiko gelombang dan kenaikan muka air yang menyulitkan aktivitas melaut.
· Pemukiman Rendah: Potensi limpasan air laut yang merendam daratan rendah (rob).
Adapun enam wilayah yang masuk dalam radar peringatan BMKG meliputi pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, Pesisir Timur, dan Pesisir Barat Lampung.
Kendati demikian, BMKG menekankan bahwa tingkat keparahan dampak di tiap lokasi akan sangat bergantung pada kontur geografis dan kondisi cuaca lokal.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas. (*)