Friday, 23 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

BNPB Sebut Karhutla Masih Melanda 5 Provinsi, Riau Keluar dari Daftar Prioritas

23 October 2026 16:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
BNPB Sebut Karhutla Masih Melanda 5 Provinsi, Riau Keluar dari Daftar Prioritas
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di lima provinsi di Indonesia. Meski jumlah wilayah prioritas berkurang, kebakaran masih terjadi di beragam daerah, terutama Sumatra Selatan dan Jambi.

Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi menyampaikan perkembangan tersebut dalam sidang kabinet paripurna dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Rabu (21/10/2026).

Dalam pemaparannya, Kristomei menyebutkan jumlah provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla kini berkurang dari enam menjadi lima wilayah. Provinsi Riau tidak lagi masuk dalam daftar setelah kondisi kebakaran dinyatakan terkendali dan tidak ditemukan titik api.

“Dari lima provinsi prioritas, awalnya enam provinsi, tapi di Riau sudah kami keluarkan karena di Riau sudah tidak ada titik api lagi,” kata Kristomei, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).

Adapun lima provinsi yang masih menjadi fokus penanganan BNPB yakni Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Kristomei mengungkapkan, perkembangan karhutla di beragam wilayah menunjukkan kondisi yang berbeda. Sumatra Selatan dan Jambi mengalami peningkatan titik api, meskipun jumlahnya belum terlalu signifikan.

BNPB terus melakukan koordinasi dengan beragam instansi untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Koordinasi dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), serta pihak terkait lainnya.

Selain itu, BNPB juga melakukan peninjauan langsung ke beragam wilayah terdampak, termasuk Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat kondisi penanganan karhutla serta memastikan operasi pemadaman berjalan di lapangan.

Di sisi lain, BNPB turut melakukan upaya modifikasi cuaca melalui penyemaian dry ice atau es kering untuk membantu mengurangi dampak kabut asap.

Kristomei menyebut, sejak 20 Oktober 2026, sebanyak 3.100 kilogram dry ice telah disemai melalui lima sorti penerbangan. Sementara di Sumatra Selatan, penyemaian dilakukan menggunakan 800 kilogram dry ice dalam satu sorti.

Upaya tersebut disebut memberikan dampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak. BNPB mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 mengalami penurunan, sedangkan jarak pandang di Palembang meningkat dari sebelumnya sekitar 700 meter menjadi 7.000 meter.

“Sehingga ada penurunan PM2.5, jarak pandang di Palembang dari 700 meter menjadi 7.000 meter,” ujar Kristomei.

Meski kondisi di beragam daerah mulai membaik, BNPB tetap memprioritaskan penanganan karhutla di lima provinsi tersebut. Pemantauan dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengendalikan titik api serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari