BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(HI), Jakarta Pusat, menjadi titik aksi demonstrasi ribuan mahasiswa lintas kampus bersama berbagai elemen masyarakat pada Rabu (28/10/2026).
Aksi yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ini tak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga mengajak buruh, petani, dan kelompok masyarakat sipil untuk menyuarakan persoalan bangsa.
Aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut dirancang sebagai ruang bersama bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menuturkan keterlibatan berbagai kelompok menjadi salah satu fokus gerakan yang dibahas dalam konsolidasi #IndonesiaSadar di Pusgiwa UI, Depok, Senin (26/10/2026) malam.
Menurut Namora, konsolidasi itu bertujuan menghimpun keresahan masyarakat sekaligus menyusun strategi agar aksi berlangsung inklusif dan aman.
Bundaran HI diharapkan tidak hanya menjadi panggung orasi mahasiswa, tetapi juga ruang bagi berbagai lapisan masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi tanpa terpusat pada tokoh tertentu.
Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan lima tuntutan yang meliputi isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, serta hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
Isu-isu tersebut menjadi fokus mahasiswa dalam menyampaikan kritik dan mendesak pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan yang dinilai belum terselesaikan.
BEM UI juga membahas kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila pemerintah tidak memberikan respons konkret terhadap tuntutan massa.
Namora menyebut langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pembangkangan sipil atau civil disobedience, menjadi bagian dari hal yang perlu disepakati bersama agar pengawalan aspirasi tidak berhenti setelah demonstrasi berlangsung.
Selain itu, Namora mengkritik kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama terkait janji penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang menurutnya belum sepenuhnya terpenuhi.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menuturkan pihaknya masih membahas rencana aksi tersebut.
"Mohon waktu, lagi dibahas,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (27/10/2026).