BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
- Penerbangan langsung Lampung–Malaysia yang beroperasi setiap hari sejak 24 Agustus 2026 membuka peluang untuk memperluas pasar pariwisata Negeri Jiran.
Tak hanya menawarkan wisata belanja dan rekreasi, Malaysia juga membidik wisatawan Lampung melalui layanan kesehatan, rehabilitasi medis, hingga akomodasi ramah Muslim.
Potensi tersebut menjadi salah satu fokus Tourism Malaysia Medan dalam aktivitas Discover Malaysia 2026: Go to Malaysia Destination Seminar di Hotel Radisson, Bandarlampung, Kamis, 29 Oktober 2026.
aktivitas tersebut dihadiri sekitar 50 pelaku industri perjalanan dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Provinsi Lampung.
Acara itu mempertemukan penyedia produk pariwisata Malaysia dengan agen perjalanan lokal.
Director Tourism Malaysia Medan Rosalina Abdul Rahim menyebutkan Lampung merupakan pasar potensial untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Malaysia.
Kedekatan budaya, hubungan serumpun, dan kemudahan akses penerbangan menjadi faktor pendukung.
“Potensinya memang sangat besar. Karena itu, TransNusa membuka penerbangan langsung yang sudah dimulai pada 24 Agustus lalu. Penerbangan ini tersedia setiap hari,” kata Rosalina.
Menurutnya, masyarakat Lampung memiliki beragam alasan untuk mengunjungi Malaysia, mulai dari berlibur, berbelanja, menikmati kuliner, hingga mendapatkan layanan kesehatan.
Malaysia, kata dia, menawarkan berbagai taman hiburan, pusat perbelanjaan, serta destinasi kuliner dengan menu seperti nasi kandar, teh tarik, dan laksa.
Untuk wisata belanja, wisatawan dapat mengunjungi beragam pusat perbelanjaan, antara lain Pavilion di kawasan Bukit Bintang, Mydin, GM Klang, Johor Premium Outlets, Genting Premium Outlets, dan Mitsui Outlet Park.
Selain itu, wisata kesehatan juga menjadi salah satu segmen yang dibidik melalui promosi fasilitas rumah sakit dan layanan pemeriksaan kesehatan di Malaysia.
“Banyak wisatawan dari Lampung datang ke Malaysia untuk berlibur. Ada juga yang berobat atau melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Enam Materi Utama Diperkenalkan
Seminar tersebut menghadirkan perwakilan Tourism Malaysia Medan serta beragam penyedia produk pariwisata dan layanan kesehatan dari Malaysia.
Materi yang diperkenalkan mencakup destinasi wisata, akomodasi ramah Muslim, hingga layanan medis dan rehabilitasi.
Berikut enam materi utama yang diperkenalkan dalam aktivitas tersebut:
1. Tourism Malaysia Medan — Visit Malaysia 2026–2027
Tourism Malaysia Medan mempromosikan kampanye Visit Malaysia 2026–2027 dengan memperkenalkan berbagai daya tarik wisata di Malaysia.
Director Tourism Malaysia Medan Rosalina Abdul Rahim menekankan potensi Lampung sebagai pasar penting bagi Malaysia.
Ia memiliki harapan kerja sama dengan agen perjalanan lokal dapat menghasilkan lebih banyak paket wisata menarik dan meningkatkan kunjungan wisatawan dari Sumatera, khususnya Lampung.
Marketing Manager Tourism Malaysia TW Harsono Pane menyebutkan Indonesia, khususnya Sumatera, memiliki potensi pasar besar bagi pariwisata Malaysia.
Dengan jumlah penduduk Lampung sekitar 9,6 juta jiwa, peluang mendatangkan wisatawan dinilai menjanjikan.
Karena itu, pihaknya mendorong agen perjalanan di Lampung mengembangkan paket wisata keluarga, belanja, edukasi, medis, hingga ekowisata.
Ia juga menekankan pentingnya promosi digital melalui media sosial dan pemanfaatan situs resmi Malaysia.travel untuk memperoleh informasi serta materi promosi destinasi.
Menurutnya, kolaborasi dengan agen perjalanan lokal menjadi kunci untuk memperluas jangkauan promosi dan menarik lebih banyak wisatawan Lampung ke Malaysia.
2. KL City Gallery — Wisata Modern, Budaya, dan Sejarah Kuala Lumpur
Guest Experience & Ticketing Manager KL City Gallery Edwin Kurniawan Bin Sjaiful Anwar memperkenalkan Kuala Lumpur sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan wisata modern, budaya, dan sejarah.
Materi ini menyoroti daya tarik ibu kota Malaysia bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman perkotaan sekaligus mengenal sisi budaya dan sejarah setempat.
3. Mardhiyyah Hotel & Suites — Akomodasi Ramah Muslim
Director of Sales & Marketing Mardhiyyah Hotel & Suites Rohayah binti Abdul Satar memperkenalkan konsep Muslim-Friendly Accommodation atau akomodasi ramah Muslim.
Hotel tersebut berlokasi di Shah Alam, Selangor.
Materi tersebut menawarkan informasi mengenai pilihan penginapan bagi wisatawan yang mempertimbangkan kebutuhan dan kenyamanan selama perjalanan, khususnya wisatawan Muslim.
4. IHH Healthcare Malaysia & Hospital — Wisata Kesehatan
Indonesia Business Development Executive Ng Cien Li memperkenalkan IHH Healthcare Malaysia & Hospital sebagai penyedia layanan kesehatan di Malaysia.
Materi tersebut menyoroti fasilitas medis yang disebut berstandar internasional.
Pengenalan ini sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap perjalanan yang tidak hanya bertujuan untuk rekreasi, tetapi juga pemeriksaan kesehatan dan kebutuhan pengobatan.
5. PERKESO Rehabilitation Centre — Rehabilitasi dan Perawatan Medis Berteknologi Tinggi
Perwakilan Pusat Rehabilitasi PERKESO Malaysia Joni Mardianto memperkenalkan PERKESO Rehabilitation Centre sebagai penyedia layanan rehabilitasi dan perawatan medis dengan dukungan teknologi.
Pengenalan ini memberikan gambaran mengenai pilihan layanan pemulihan bagi pasien yang membutuhkan perawatan rehabilitatif sebagai bagian dari perjalanan kesehatan.
6. Tawakkal Specialist Hospital — Layanan Medis dan Kenyamanan Pasien
Head of Health Tourism Tawakkal Specialist Hospital Mohd. Khairuddin Bin Khudri memperkenalkan rumah sakit tersebut sebagai penyedia layanan kesehatan yang menggabungkan keahlian medis dengan kenyamanan perawatan pasien.
Materi tersebut menempatkan rumah sakit bukan hanya sebagai fasilitas pengobatan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem wisata kesehatan Malaysia.
Travel Fair Tawarkan Diskon hingga 20 Persen
Setelah seminar yang berfokus pada pertemuan antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B), rangkaian promosi dilanjutkan melalui ASITA Lampung Go to Malaysia Travel Fair 2026.
aktivitas tersebut berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Chandra Mall, Bandarlampung.
Berbeda dengan seminar, pameran perjalanan tersebut menyasar konsumen secara langsung melalui skema business-to-consumer (B2C).
Masyarakat dapat bertemu agen perjalanan untuk mencari informasi dan melakukan pemesanan paket wisata.
Rosalina menyebutkan pengunjung berkesempatan memperoleh potongan harga selama aktivitas berlangsung.
“Selama travel fair berlangsung, pengunjung akan mendapatkan potongan harga. Misalnya, diskon 20 persen atau 10 persen untuk perjalanan ke Malaysia,” jelasnya.
Ia memiliki harapan aktivitas promosi tersebut dapat memperkuat kerja sama antara penyedia produk pariwisata Malaysia dan agen perjalanan di Lampung.
aktivitas tersebut juga diharapkan memperluas pilihan paket wisata bagi masyarakat.
Seminar di Hotel Radisson ditutup dengan sesi business matching dan jejaring bisnis untuk membuka peluang kerja sama langsung antara penjual produk pariwisata Malaysia dan agen perjalanan dari Lampung.
Melalui rangkaian aktivitas tersebut, Tourism Malaysia berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan dari Sumatera, khususnya Lampung, sejalan dengan kampanye Visit Malaysia 2026–2027. (*)