Saturday, 31 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pasca Rusak Terkena Erupsi, Empat Stasiun Pemantau Gunung Anak Krakatau Kembali Berfungsi

31 October 2026 14:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 6 kali
Bagikan:
Pasca Rusak Terkena Erupsi, Empat Stasiun Pemantau Gunung Anak Krakatau Kembali Berfungsi
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali berfungsi setelah mengalami kerusakan akibat terkena material erupsi.

Perbaikan dilakukan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 29-30 Oktober 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan fungsi peralatan yang menjadi bagian penting dalam pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Deny Mardiono, menyebutkan kerusakan peralatan terjadi setelah material erupsi mengenai beberapa perangkat pemantauan. 

"Setelah dilakukan optimalisasi dan perbaikan langsung di lapangan pada 29–30 Oktober, empat stasiun peralatan pemantauan yang sebelumnya mengalami gangguan kini sudah kembali berfungsi,” kata Deny dikonfirmasi, dilansir Kompas.com, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Deny, perbaikan dilakukan untuk memastikan peralatan dapat kembali mendukung pemantauan aktivitas Anak Krakatau. Sebab, data dari stasiun pemantauan diperlukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

"Kerusakan terjadi karena peralatan terkena material erupsi. Karena itu, tim perlu turun langsung untuk memeriksa dan memperbaiki perangkat yang terdampak agar fungsinya kembali optimal,” ujarnya.

Deny menggarisbawahi, keberadaan peralatan pemantauan yang berfungsi baik perlu dijaga bersama karena informasi aktivitas gunung api berkaitan dengan keselamatan masyarakat di sekitar Selat Sunda. 

"Kami menghimbau pemerintah, masyarakat, dan nelayan untuk ikut menjaga peralatan pemantauan. Ini bukan hanya kepentingan petugas, tetapi juga menyangkut kebutuhan bersama dalam memperoleh informasi aktivitas Anak Krakatau,” katanya.

Pemeliharaan peralatan tersebut juga melibatkan pendampingan Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah III Lampung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

Kepala SKSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, menyebutkan pihaknya mendampingi tim PVMBG karena lokasi beberapa peralatan berada di kawasan hutan konservasi Cagar Alam Gugus Kepulauan Krakatau. 

Menurut Itno, pendampingan dilakukan untuk memastikan agenda pemeliharaan dan perawatan peralatan berjalan sesuai ketentuan pengelolaan kawasan konservasi.

"Kami mendampingi tim PVMBG yang melaksanakan pemeliharaan dan modernisasi peralatan pemantauan gunung api. Secara teknis, penanganan peralatan menjadi kewenangan PVMBG,” ujar Itno.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari